<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Literasi Archives - Kelompok Agromedia</title>
	<atom:link href="https://agromediagroup.com/tag/literasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://agromediagroup.com/tag/literasi/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 Nov 2024 08:36:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>Indonesia dalam Darurat Buku Bajakan!</title>
		<link>https://agromediagroup.com/indonesia-dalam-darurat-buku-bajakan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=indonesia-dalam-darurat-buku-bajakan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[adgroup]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Nov 2024 05:34:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[stop buku bajakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://agromediagroup.com/?p=1615</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di era digital ini, generasi Milenial dan Gen Z berperan besar dalam membentuk gaya hidup masyarakat. Keduanya dikenal sebagai generasi yang menghargai orisinalitas dan hak cipta, namun ironisnya, dalam konteks pembajakan buku, kita masih mendapati bahwa buku bajakan justru masih banyak diminati. Di Indonesia, buku bajakan sudah menjadi ancaman nyata bagi dunia literasi, menciptakan darurat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://agromediagroup.com/indonesia-dalam-darurat-buku-bajakan/">Indonesia dalam Darurat Buku Bajakan!</a> appeared first on <a href="https://agromediagroup.com">Kelompok Agromedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2024/11/indonesia-darurat-buku-bajakan-1024x683.jpg" alt="stop beli buku bajakan" class="wp-image-1616" srcset="https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2024/11/indonesia-darurat-buku-bajakan-1024x683.jpg 1024w, https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2024/11/indonesia-darurat-buku-bajakan-300x200.jpg 300w, https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2024/11/indonesia-darurat-buku-bajakan-768x512.jpg 768w, https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2024/11/indonesia-darurat-buku-bajakan-110x73.jpg 110w, https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2024/11/indonesia-darurat-buku-bajakan-420x280.jpg 420w, https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2024/11/indonesia-darurat-buku-bajakan-645x430.jpg 645w, https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2024/11/indonesia-darurat-buku-bajakan.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Di era digital ini, generasi Milenial dan Gen Z berperan besar dalam membentuk gaya hidup masyarakat. Keduanya dikenal sebagai generasi yang menghargai orisinalitas dan hak cipta, namun ironisnya, dalam konteks pembajakan buku, kita masih mendapati bahwa buku bajakan justru masih banyak diminati. Di Indonesia, buku bajakan sudah menjadi ancaman nyata bagi dunia literasi, menciptakan darurat budaya membaca yang berkualitas. Saatnya kita bersatu, menyadari dampak buruk dari buku bajakan, dan mendukung literasi yang sehat dan beretika.</p>



<p><strong>Mengapa pembajakan buku harus dihentikan?</strong> Mungkin masih ada anggapan bahwa membeli buku bajakan adalah jalan pintas yang lebih ekonomis, bahkan dianggap sah-sah saja. Namun, pandangan ini tak sejalan dengan kenyataan pahit di baliknya. Setiap kali kita membeli buku bajakan, kita merampas hak para penulis dan pencipta konten yang bekerja keras untuk melahirkan karya mereka. Menulis buku bukanlah pekerjaan yang sederhana; setiap penulis meluangkan waktu, tenaga, dan pemikiran yang mendalam untuk menghasilkan karya yang layak dibaca. Dengan membeli buku bajakan, kita mengambil hak mereka atas penghargaan dan pendapatan yang seharusnya mereka terima.</p>



<p>Selain berdampak langsung pada penulis, industri penerbitan di Indonesia juga dirugikan oleh peredaran buku bajakan. Sebagai pembaca, mungkin kita tidak menyadari bahwa penerbitan buku berkualitas memerlukan biaya besar untuk mencetak, mendistribusikan, hingga mempromosikan buku ke seluruh negeri. Dengan semakin tingginya angka pembajakan, penerbit harus menanggung beban kerugian yang mengancam keberlanjutan bisnis mereka. Akibatnya, penerbit yang seharusnya dapat terus melahirkan buku-buku bermutu malah kesulitan bertahan. Jika ini terus terjadi, kita sebagai pembaca pun akan kehilangan akses terhadap pilihan buku berkualitas di masa depan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Indonesia Berada dalam Kondisi Darurat Buku Bajakan</strong></h2>



<p>Buku-buku palsu ini tidak hanya beredar di kios-kios pinggir jalan tetapi juga di berbagai <em>situs e-commerce</em> atau <em>marketplace </em>yang populer. Parahnya, buku-buku ini kerap dijual dengan harga yang sangat murah, sehingga konsumen tergoda untuk memilih buku bajakan tanpa memikirkan dampak panjangnya. Masalah ini diperburuk oleh kurangnya regulasi ketat dan penegakan hukum yang mampu menindak penjual buku bajakan dengan serius. Fakta di lapangan menunjukkan betapa rendahnya kesadaran akan hak kekayaan intelektual dan pentingnya menghargai karya asli. Padahal, pembajakan ini bukan hanya merugikan industri dalam negeri, tetapi juga menurunkan kualitas literasi bangsa.</p>



<p>Sekali lagi pembajakan buku di Indonesia, terutama melalui platform <em>e-commerce/marketplace</em>, telah mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan dan diakui sebagai bentuk &#8220;industri gelap&#8221; yang melibatkan banyak pihak secara ilegal. Berdasarkan data dari Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), sejumlah <em>marketplace</em> belum menerapkan aturan tegas untuk menanggulangi peredaran buku bajakan. Akibatnya, ribuan buku palsu tetap diperdagangkan secara terbuka, menciptakan kerugian besar bagi penulis, penerbit, dan ekosistem perbukuan yang bergantung pada penjualan karya asli sebagai sumber utama pendapatan dan keberlanjutan.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><strong>BACA JUGA : <a href="https://agromediagroup.com/stop-mengonsumsi-buku-bajakan/">Simak Ini Guys, Stop Mengonsumsi Buku Bajakan</a></strong></p>
</blockquote>



<p>Generasi Milenial dan Gen Z sebenarnya memiliki kekuatan besar untuk mengubah tren ini. Jika kita sebagai generasi muda berhenti membeli buku bajakan dan mulai bersuara untuk mendukung karya asli, dampaknya akan sangat signifikan. Kalian adalah pelopor perubahan yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menghargai karya penulis. Dalam era media sosial, suara kalian bisa menyebar dengan cepat dan menginspirasi orang lain untuk menghentikan pembajakan.</p>



<p>Dukungan terhadap penulis lokal adalah salah satu bentuk nyata dari apresiasi terhadap karya asli. Setiap kali kita membeli buku asli, kita tidak hanya menikmati hasil pemikiran dan kreativitas penulis tetapi juga memberi mereka semangat untuk terus berkarya. Penulis yang mendapatkan apresiasi yang layak akan lebih terdorong untuk menghasilkan karya-karya baru yang bermanfaat bagi kita. Saat industri penerbitan semakin tumbuh berkat dukungan kita, penerbit pun bisa terus mencetak buku berkualitas yang membuka wawasan dan memperkaya literasi kita.</p>



<p>Dampak positif dari memilih membeli buku asli juga menyentuh aspek ekonomi kreatif di Indonesia. Ekonomi kreatif saat ini menjadi salah satu sektor potensial yang bisa mendukung perekonomian nasional. Buku, sebagai bagian dari produk ekonomi kreatif, sangat berpengaruh dalam mendorong pertumbuhan sektor ini. Dengan membeli buku asli, kita tidak hanya membantu penulis dan penerbit lokal, tetapi juga berkontribusi pada terbukanya lapangan kerja baru di bidang industri kreatif.</p>



<p>Sebagai generasi yang melek teknologi dan mudah mendapatkan informasi, ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi darurat buku bajakan di Indonesia. Pertama, biasakan diri untuk membeli buku hanya dari toko resmi atau situs yang terpercaya. Dengan begitu, kita memastikan bahwa buku yang kita baca adalah karya asli yang berkualitas. Selain itu, kita juga bisa memanfaatkan media sosial untuk mendukung penulis favorit dan karya mereka, dengan menyebarkan informasi tentang buku asli yang layak dibaca. Semakin luas dukungan di media sosial, semakin besar pula kemungkinan bagi penulis untuk mendapatkan pembaca baru yang setia membeli karya-karya mereka secara legal.</p>



<p>Tak kalah penting, edukasi teman, keluarga, dan orang-orang di sekitar kita tentang bahaya buku bajakan. Diskusikan tentang pentingnya mendukung karya asli dan dampak buruk dari pembajakan, mulai dari kerugian bagi penulis hingga kehancuran industri buku lokal. Jika kalian menemukan buku bajakan di pasaran atau toko online, jangan ragu untuk melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat segera ditindak. Tindakan ini mungkin tampak sederhana, tetapi jika dilakukan secara kolektif, dampaknya akan sangat signifikan bagi industri literasi di Indonesia.</p>



<p>Baik Generasi Milenial dan Gen Z serta kita semua para pecinta buku memiliki peran besar sebagai agen perubahan dalam menghadapi darurat buku bajakan yang melanda Indonesia. Kita harus menjadi generasi yang lebih sadar akan hak kekayaan intelektual dan lebih menghargai hasil karya orang lain. Setiap buku bajakan yang kita beli, sama saja dengan mendukung tindakan yang merusak kreativitas dan produktivitas anak bangsa. Mari bangun budaya literasi yang sehat dan beretika dengan berhenti membeli buku bajakan, demi Indonesia yang lebih baik, lebih cerdas, dan lebih menghargai karya asli.</p>



<figure class="wp-block-video"><video controls src="https://agromediagroup.com/darurat-pembajakan-buku.mp4"></video></figure>
<p>The post <a href="https://agromediagroup.com/indonesia-dalam-darurat-buku-bajakan/">Indonesia dalam Darurat Buku Bajakan!</a> appeared first on <a href="https://agromediagroup.com">Kelompok Agromedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://agromediagroup.com/darurat-pembajakan-buku.mp4" length="5482018" type="video/mp4" />

			</item>
		<item>
		<title>Mengintip Kebiasaan Literasi Membaca dari Masyarakat Jepang dan Finlandia</title>
		<link>https://agromediagroup.com/mengintip-kebiasaan-literasi-membaca-dari-masyarakat-jepang-dan-finlandia/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mengintip-kebiasaan-literasi-membaca-dari-masyarakat-jepang-dan-finlandia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[adgroup]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2022 03:05:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[Finlandia]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://agromediagroup.com/?p=1519</guid>

					<description><![CDATA[<p>Indonesia ranking kedua terakhir dari 62 negara untuk urusan literasi. Itu kabar dari tahun 2016, yang disampaikan World&#8217;s Most Literate Nations Ranked, di link ini. Finlandia dan Norwegia menempati ranking pertama dan kedua. Sementara negeri matahari terbit berada di ranking 32. Riset lain menurut UNESCO menyebutkan hanya 1 dari 1000 orang di Indonesia yang menyukai [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://agromediagroup.com/mengintip-kebiasaan-literasi-membaca-dari-masyarakat-jepang-dan-finlandia/">Mengintip Kebiasaan Literasi Membaca dari Masyarakat Jepang dan Finlandia</a> appeared first on <a href="https://agromediagroup.com">Kelompok Agromedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image aligncenter size-full"><img decoding="async" width="720" height="480" src="https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2022/06/kebiasaan-membaca.jpg" alt="kebiasaan membaca" class="wp-image-1523" srcset="https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2022/06/kebiasaan-membaca.jpg 720w, https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2022/06/kebiasaan-membaca-300x200.jpg 300w, https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2022/06/kebiasaan-membaca-110x73.jpg 110w, https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2022/06/kebiasaan-membaca-420x280.jpg 420w, https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2022/06/kebiasaan-membaca-645x430.jpg 645w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></figure>



<p></p>



<p>Indonesia ranking kedua terakhir dari 62 negara untuk urusan literasi. Itu kabar dari tahun 2016, yang disampaikan <em>World&#8217;s Most Literate Nations Ranked, </em><a href="https://webcapp.ccsu.edu/?news=1767&amp;data">di link ini.</a> Finlandia dan Norwegia menempati ranking pertama dan kedua. Sementara negeri matahari terbit berada di ranking 32.</p>



<p>Riset lain menurut UNESCO menyebutkan hanya 1 dari 1000 orang di Indonesia yang menyukai kegiatan membaca buku. Apakah saat ini keadaan tersebut sudah berubah? Kalau ingin valid tentu membutuhkan penelitian resmi dengan metode ilmiah. Namun, kita bisa melihat di ruang dan angkutan publik atau saat sedang mengantri, sangat sedikit ditemukan orang yang sedang membaca buku-buku fisik.</p>



<p>Biasanya, isu literasi di Indonesia itu seperti bersifat momentum saja. Misalnya, jika ada hari buku, ada hari pendidikan, dan keprihatinan pada serapan buku-buku yang dikonsumsi masyarakat. Selanjutnya seperti tenggelam kembali.</p>



<p>Saat ini, kita sedang terpaku dan banyak terjeda dengan kebiasaan berada di gawai/gadget. Kebiasaan ini kian melekat ke media sosial dan game online. Sejurus itu fakta di media sosial, netizen Indonesia dikenal cerewet sekali dalam menumpahkan komentar penuh uneg-uneg-nya. Selain itu, membaca<em> tread</em> atau postingan, men-<em>scroll</em> video reel menjadi kebiasaan-kebiasaan mereka di media sosial.</p>



<p>Bagaimana menumbuhkan budaya baca buku di Indonesia tentu saja masih menjadi isu klasik, belum terselesaikan sampai saat ini. Ada yang menyoal soal penyebaran buku yang belum merata hingga mahalnya harga buku. Ada juga yang menyalahkan gadget yang sukses merebut perhatian masyarakat.</p>



<p>Banyak contoh dari negara-negara lain, yang mungkin sebagian kebiasaannya bisa diterapkan di negara ini. Semua berawal mengantarkan anak-anak dari kebiasaan yang tampak sederhana: membacakan dongeng pada anak-anak sebelum tidur. Pembiasaan kegiatan literasi di rumah dan lingkungan sekolah.</p>



<p>Sejenak, kita akan mengintip bagaimana dua negara di bawah ini dengan tingkat kemajuan teknologi dan ekonomi tidak serta merta bisa menggeser kebiasaan membaca buku-buku fisik.</p>



<p></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>BACA JUGA: </strong> <a href="https://agromediagroup.com/literasi-media-belajar-dari-estonia/">Literasi Media, Belajarlah dari Estonia</a></h2>



<p></p>



<p></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jepang</strong></h2>



<p>Kebiasaan membaca masyarakat Jepang, lahir dalam sejarah panjang. Menurut catatan Amartya Zen, restorasi Meiji menjadi pelatuk kebangkitan Jepang hebat dalam perkara literasi dan perbukuan. Kebijakan kerajaan menerjemahkan buku-buku asing ke dalam bahasa Jepang menjadi salah satu kemajuan pesat.</p>



<p>Selain memiliki sejarah literasi di masa restorasi Meiji, Jepang di masa modern setidaknya ada empat fakta menarik terkait kuatnya budaya ini. <em>Pertama</em>, toko buku dan perpustakaan yang banyak tersebar. <em>Kedua,</em> ada kebiasaan membaca di toko buku. <em>Ketiga, </em>kebiasaan membaca saat mengantri dan di dalam transportasi publik. <em>Empat,</em> peran guru di sekolah literasi membaca 10 menit buku-buku yang disukai sebelum pelajaran dimulai, termasuk gurunya ikut membaca buku.</p>



<p>Untuk kebiasaan nomor dua, pemilik toko tidak merasa khawatir toko bukunya merugi. Dengan membiarkan orang-orang datang dan membaca buku malah membuat toko buku menjadi ramai. Orang-orang yang membaca buku pun membeli buku-buku lainnya. Selain itu, di Jepang, toko buku pun memiliki durasi jam buka yang lebih panjang.</p>



<p>Bagaimana anak-anak Jepang mengenal budaya baca sejak kecil karena mereka dikenalkan dengan kesukaan buku sesuai minatnya. Dalam satu minggu, anak-anak dibiasakan mengambil satu buku yang mereka disukai. Esoknya mereka disuruh bercerita seputar isi buku. Sementara di bangku sekolah dasar, mereka sudah ditentukan buku-buku apa saja yang perlu dibaca.</p>



<p>Pemandangan yang seringkali kita lihat, seperti kebiasaan mengantri dan saat berada dalam transportasi publik, masyarakat Jepang lebih memilih menunduk untuk membaca buku, majalah, dari pada memainkan gawainya. Inilah kebiasaan keren dalam menghabiskan waktu masyarakat Jepang yang kita kenal.</p>



<p>Minat baca yang tinggi dalam keseharian masyarakat Jepang terbentuk karena sejarah, budaya disiplin dan bagian dari sistem pendidikan yang memadai dan maju.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Finlandia</strong></h2>



<p>Di negara ini dikenal dengan karakter orang-orangnya yang jujur. Para pelancong tidak perlu khawatir jika dompet terjatuh. Negeri ini pun dikenal sebagai negeri dengan kehidupan masyarakat yang bahagia dengan tingkat pendidikan yang sangat baik.</p>



<p>Selain dikenal dengan negara dengan kualitas pendidikan terbaik, Finlandia juga juara dalam urusan minat baca buku. Menurut catatan situs <a href="https://finland.fi/facts-stats-and-info/what-do-people-in-finland-do-in-their-free-time/">finland.fi, </a>sekitar 56% waktu luang masyarakat Finlandia dihabiskan untuk membaca buku. Sementara untuk olahraga hoki menempati urutan paling populer dibandingkan dengan <em>esport</em>.</p>



<p>Usia krusial untuk mengenalkan literasi dan membangun kemampuan bahasa diperkenalkan pada anak berusia satu tahun. Caranya, orangtua akan membacakan cerita dongeng dengan suara nyaring. Kabarnya dari hasil riset, kedipan mata bayi adalah respon saat kita sedang bercerita&nbsp;</p>



<p>Walaupun dikenal dengan tingkat literasi membaca yang baik, ada temuan fakta baru. Pada anak dan remaja tingkat membaca sebenarnya rendah. Hanya mereka yang menikmati membaca akan terus membaca sesuai minatnya. Buku fiksi dihabiskan seminggu sekali oleh remaja berusia 15 tahun. Sama seperti di negara-negara lain,<em> smartphone</em> juga menggeser kebiasaan mereka dalam membaca buku.</p>



<p>Finlandia memang pernah mendapatkan pengakuan tingkat literasi membaca yang tinggi menurut PISA di tahun 2018. Beberapa tahun belakangan ini, mengalami penurunan di tingkatan anak dan remaja.&nbsp; Motivasi membaca pada remaja laki-laki pun <a href="https://lukukeskus.fi/en/five-facts-about-children-youth-and-reading-2/">menurun. </a>&nbsp;</p>



<p>Secara umum tingkat literasi di wilayah Eropa Utara memiliki sejarah dan kebiasaan membaca sangat tinggi, Finlandia yang pertama, dan Norwegia kedua.</p>



<p>Sambil menata dan berkaca pada Finlandia dan Jepang, kita bisa menjadikan hal ini bukan sekadar inspirasi, namun juga sebagai titik tolak untuk kebangkitan literasi Indonesia. Apa yang dilakukan kedua negara tersebut tidak luput dari peran negara dalam menghidupkan sistem pendidikan yang berkualitas dan industri perbukuan yang lebih maju.&nbsp;</p>



<p>Selain berkaca ke luar, nampaknya adopsi dari tingkat lokal, seperti “jam belajar di lingkungan masyarakat” dan menumbuhkan perpustakaan dengan bahan bacaan yang lebih variatif dan menghibur, barangkali hal ini bisa turut mendorong kebiasaan masyarakat berliterasi lebih baik lagi.</p>
<p>The post <a href="https://agromediagroup.com/mengintip-kebiasaan-literasi-membaca-dari-masyarakat-jepang-dan-finlandia/">Mengintip Kebiasaan Literasi Membaca dari Masyarakat Jepang dan Finlandia</a> appeared first on <a href="https://agromediagroup.com">Kelompok Agromedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Literasi Media, Belajarlah dari Estonia</title>
		<link>https://agromediagroup.com/literasi-media-belajar-dari-estonia/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=literasi-media-belajar-dari-estonia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[adgroup]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2022 04:59:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[estonia]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[literasi media]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://agromediagroup.com/?p=1514</guid>

					<description><![CDATA[<p>Negara-negara Skandinavia, dikenal memiliki kemampuan dan terampil mengurusi warganya agar terhalau dari informasi palsu. Mengapa demikian? Pertanyaan ini pernah dicuitkan Ismail Fahmi, founder Drone Emprit di Twitter. Salah satu penyebabnya, menurut Fahmi, banyaknya kiriman serangan hoax yang seringkali diterima negara-negara Baltik tersebut dari Kremlin. Fahmi memberikan penegasan untuk membentengi serangan tersebut, jawabannya cuma satu: literasi. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://agromediagroup.com/literasi-media-belajar-dari-estonia/">Literasi Media, Belajarlah dari Estonia</a> appeared first on <a href="https://agromediagroup.com">Kelompok Agromedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<figure class="wp-block-image aligncenter size-full"><img decoding="async" width="640" height="398" src="https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2022/05/kenny-eliason-zFSo6bnZJTw-unsplash.jpg" alt="belajar literasi media dari estonia" class="wp-image-1512" srcset="https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2022/05/kenny-eliason-zFSo6bnZJTw-unsplash.jpg 640w, https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2022/05/kenny-eliason-zFSo6bnZJTw-unsplash-300x187.jpg 300w, https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2022/05/kenny-eliason-zFSo6bnZJTw-unsplash-110x68.jpg 110w, https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2022/05/kenny-eliason-zFSo6bnZJTw-unsplash-420x261.jpg 420w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption>Ilustrasi Foto: Unsplash. Belajar literasi media dari Estonia</figcaption></figure>



<p></p>



<p>Negara-negara Skandinavia, dikenal memiliki kemampuan dan terampil mengurusi warganya agar terhalau dari informasi palsu. Mengapa demikian? Pertanyaan ini pernah dicuitkan Ismail Fahmi, founder Drone Emprit di <a href="https://twitter.com/ismailfahmi/status/1291391453101297665">Twitter</a>. Salah satu penyebabnya, menurut Fahmi, banyaknya kiriman serangan <em>hoax</em> yang seringkali diterima negara-negara Baltik tersebut dari Kremlin. Fahmi memberikan penegasan untuk membentengi serangan tersebut, jawabannya cuma satu: literasi.</p>



<p>Dilansir dari situs web <a href="https://www.bbc.com/indonesia/vert-fut-60227813">BBC</a>, di Estonia, belajar literasi media sama pentingnya seperti belajar matematika, membaca, dan menulis. Berbagai cara dilakukan dan disesuaikan dengan jenjang usia. Khusus untuk anak-anak, misalnya, salah satu tema utama seperti bahaya disinformasi dikenalkan melalui pendekatan film kartun.</p>



<p>Selain edukasi literasi media, bekal kemampuan (kompetensi) digital perlu dikuasai. Tentang cara menggunakan internet dan media sosial secara aman, cara-cara konten digital dibuat dan disebarkan, dan bagaimana belajar mendeteksi berita disinformasi. Literasi media masuk ke dalam kurikulum dari TK hingga kelas 10. Inilah cara-cara Estonia melindungi warganya dari bahaya ketika berada di dunia maya. Pendeknya, literasi media ini melekat dalam sistem kurikulum dari tingkat prasekolah hingga kelas SMA.</p>



<p></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><strong>BACA JUGA: </strong><a href="https://agromediagroup.com/sebelum-mengenalkan-literasi-digital-pada-anak-orangtua-guru-perlu-tahu-ini/">Sebelum Mengenalkan Literasi Digital pada Anak, Orangtua &amp; Guru Perlu Tahu Ini</a></p></blockquote>



<p>Mengapa Estonia bisa unggul dalam teknologi dan digitalisasi? Ada dua hal penting yang menjadi bagian dari identitas Estonia: literasi media dan <em>skill </em>kemampuan digital warganya.</p>



<p>Selain dua hal di atas, di Estonia ada satu hal mendasar, seperti pemerintah berani berinvestasi besar dalam membangun sistem pendidikan yang bagus. Salah satu hasilnya, dalam urusan membaca menurut catatan PISA pada tahun 2018, Estonia menempati tingkat kelima di dunia dan pertama di Eropa. Mata pelajaran seperti matematika dan sains pun menempati juara pertama di Eropa.</p>



<p><a></a>Estonia dikenal sebagai negara kecil, yang terkoneksi dengan teknologi berbasis digital. Negara pecahan dari Uni Soviet ini, pada 1997 sudah menjajaki <em>e-government</em>. Sampai saat ini inovasi teknologi terus dikembangkan di berbagai layanan publik, seperti kesehatan, pendidikan, transportasi publik, dan sebagainya. Keberhasilan Estonia melakukan transformasi ke dunia digital, menjadi semacam rujukan penting negara-negara lain yang ingin belajar hal ini. Maka tidak heran pada April untuk belajar langsung pada negara ini.&nbsp;</p>



<p>Kira-kira apa ya yang membuat Estonia, sukses menggarap hal ini? Lingkup wilayah negara yang kecil, di wilayah Eropa Utara dengan luas, 45.338 Km², memungkinkan pengelolaan secara digital relatif lebih mudah. Faktor lainnya, negara dengan jumlah penduduk 1,3 juta jiwa ini, menjadikan negara ini lebih mudah dalam mengedukasi literasi media dan kompetensi digital.</p>



<p>Sekadar catatan, belajar literasi media bertujuan membuat masyarakatnya selektif dan kritis dalam mengonsumsi informasi yang berasal dari internet dan media sosial. Harapannya netizen bisa belajar membedakan dengan jelas mana data dan informasi yang valid dan mana yang bukan. Serta memanfaatkan pengetahuan dan informasi secara inovatif dan positif.</p>



<p>Menurut Ismail Fahmi, yang disampaikan dalam <a href="https://twitter.com/ismailfahmi/status/1291390783371636740?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1291391025605259267%7Ctwgr%5E%7Ctwcon%5Es2_&amp;ref_url=https%3A%2F%2Fpublish.twitter.com%2F%3Fquery%3Dhttps3A2F2Ftwitter.com2Fismailfahmi2Fstatus2F1291391025605259267widget%3DTweet">Twitter-nya</a>, “Ketika mereka dilepas tanpa edukasi, tanpa literasi, mereka hanya akan jadi produsen “junk” atau sampah.</p>



<center><blockquote class="twitter-tweet"><p lang="in" dir="ltr">Dan kualitas generasi terbesar pengguna medsos kita seperti ini. Penyumbang &quot;unstructured data&quot; terbesar nantinya.<br><br>Masalahnya, ketika mereka dilepas tanpa edukasi, tanpa literasi, tidak diajari cara mengambil manfaat dari media dn informasi, maka mereka akan jadi produsen &quot;junk&quot; <a href="https://t.co/ZYpQ0hswFy">pic.twitter.com/ZYpQ0hswFy</a></p>&mdash; Ismail Fahmi (@ismailfahmi) <a href="https://twitter.com/ismailfahmi/status/1291390783371636740?ref_src=twsrc%5Etfw">August 6, 2020</a></blockquote> <script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></center>



<p>Kepiawaian Estonia dalam membangun literasi media tidak bisa terlepas dari sistem pendidikan. Kita perlu menyadari sedang hidup di era <em>post-truth,</em> di mana keyakinan dan emosi orang lebih dianggap lebih benar dibandingkan argumen dan fakta ilmiah. Maka bekal ilmu untuk siswa sekolah dan netizen tentang pengetahuan akan bahaya misinformasi, disinformasi, dan mal-informasi perlu segara disampaikan agar menjadi keterampilan hidup sehari-hari.</p>



<p>Salah satu peranan belajar literasi media menjadi penting untuk membendung berita-berita hoax. Sebab berita-berita palsu, selain sangat berbahaya juga bisa berdampak luas, termasuk menghancurkan masa depan sebuah negara.</p>



<p></p>



<p>Sumber:</p>



<p><a href="https://www.bbc.com/indonesia/vert-fut-60227813">BBC.com</a></p>



<p><a href="https://news.detik.com/kolom/d-4608029/menerapkan-e-government-belajar-dari-estonia">Detik.com</a></p>



<p><a href="https://twitter.com/ismailfahmi">Twitter.com</a></p>
<p>The post <a href="https://agromediagroup.com/literasi-media-belajar-dari-estonia/">Literasi Media, Belajarlah dari Estonia</a> appeared first on <a href="https://agromediagroup.com">Kelompok Agromedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>GOWES LITERASI #2: Tempuh Jarak 169 KM dan Siap Sumbangkan 3.480 Buku</title>
		<link>https://agromediagroup.com/gowes-literasi-2/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=gowes-literasi-2</link>
					<comments>https://agromediagroup.com/gowes-literasi-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adgroup]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Nov 2019 04:32:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[gowes literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmat Kurnia]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda lipat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://agromediagroup.com/?p=840</guid>

					<description><![CDATA[<p>Komunitasi gowes Roda (Rombongan Sepeda Agromedia) dan Komunitas Seuri Sadaya, Sabtu,16 November 2019 lalu, berhasil menempuh jarak sekitar 169 KM dalam event GOWES LITERASI #2. Rute yang tempuh dari Tasikmalaya, melewati Cipatujah, dan berakhir di Pantai Pangandaraan, Jawa Barat. Event olahraga bersepeda yang membawa misi kampanye literasi ini diikuti sekitar 20 pesepeda. Sebagian besar goweser [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://agromediagroup.com/gowes-literasi-2/">GOWES LITERASI #2: Tempuh Jarak 169 KM dan Siap Sumbangkan 3.480 Buku</a> appeared first on <a href="https://agromediagroup.com">Kelompok Agromedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p class="has-drop-cap">Komunitasi <em>gowes</em> Roda (Rombongan Sepeda Agromedia) dan Komunitas Seuri Sadaya, Sabtu,16 November 2019 lalu, berhasil menempuh jarak sekitar 169 KM dalam event GOWES LITERASI #2. Rute yang tempuh dari Tasikmalaya, melewati Cipatujah, dan berakhir di Pantai Pangandaraan, Jawa Barat. </p>



<p>Event olahraga bersepeda yang membawa misi kampanye literasi ini diikuti sekitar 20 pesepeda. Sebagian besar <em>goweser </em>menggunakan sepeda lipat dan jenis sepeda MTB. </p>



<p>Menurut Ketua Pelaksana Gowes Literasi #2, Kang Hendri, “Setiap goweser akan
menyumbang 169 buku sesuai dengan jarak yang akan ditempuh. Diharapkan
terkumpul minimal 3.380 buku. Buku-buku tersebut akan dibagikan ke acara Kemah
Literasi Jawa Barat di Jatinangor, Pelatihan Menulis di SMPN 3 Tasikmalaya,
sebuah TBM di Tasikmalaya, dan Rumah Plankton di Pangandaran. Buku yang
terkumpul juga akan dibagikan ke beberapa TBM yang ada di Jawa Barat dan TBM di
Indonesia.”</p>



<p>Sekadar catatan rangkaian Gowes Literasi #2 ini, Kamis, 15 November 2019, pelatihan menulis digelar di SMPN 3 Tasikmalaya. Acara berbagi teknik dan tips menulis ini diikuti sekitar 50 peserta dan dipandu oleh Syafial dan Barkah, dari Penerbit <a href="http://bukune.com">Bukune.</a> </p>



<p>Sementara acara olahraga bersepeda ini, dimulai pukul 06.00 pagi dari Alun-alun Tasikmalaya, dan dibuka oleh H. Ade Sugianto, Bupati Tasikmalaya. Dalam sambutannya Ade mengingatkan, “Sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa memberi manfaat ke sesamanya. Buku yang disampaikan bukan sekadar harta yang disisihkan, tetapi bagian dari sodaqoh, kemaslahatan, dan kebaikan bagi masyarakat.</p>



<p>Mewakili komunitas literasi, secara simbolis Hikmat Kurnia, memberikan buku
kepada Bupati Tasikmalaya. Terkait misi olahraga bersepeda dan literasi ini
Hikmat, mengatakan &#8220;Hidup ini seperti bersepeda. Untuk menemukan
keseimbangan kita harus terus bergerak. Tidak boleh berhenti.&#8221; </p>



<p>Hikmat yang juga Ketua IKA UNPAD, menambahkan makna bersepeda dengan
literasi seperti ini, “Bisa jadi gerakan literasi juga seperti bersepeda: tak
boleh berhenti. Sebab, ini cara kita supaya mampu survive dalam gelombang
kehidupan yang selalu berubah. Tentu saja didukung oleh dua aspek lainnya:
karakter dan kompetensi.”</p>



<p>Selanjutnya, Ade Sugianto mengangkat bendera Start Gowes Literasi ke-2,
sebagai tanda Gowes Literasi #2 dimulai.</p>



<p>Etape pertama Tasikmalaya – Cipatujah ditempuh dalam waktu 6 jam, goweser
bisa menikmati harum udara laut Cipatujah. Pesona alam pantai indah bersama
konturnya landai terhampar menyejukkan pemandangan mata goweser. Sesampai di pantai
Cipatujah, goweser langsung mengabadikan dengan foto dan bermain di pinggir
pantai sembari menunggu menu makan siang datang. </p>



<p>Etape kedua Cipatujah – Pangandaran dimulai pukul 14.00, goweser menyisiri
jalan pantai Cipatujah – Pangandaran. Sembari gowes dan menikmati semilirnya
angin laut, ada beberapa goweser sudah mulai kelelahan karena terik panasnya
matahari dan jauhnya rute yang dilalui. Kayuhan sepedanya sudah mulai pelan,
ada bebeberapa goweser mampir ke warung warga sekitar pantai untuk beristirahat
sembari beli minuman dingin untuk menyegarkan kembali stamina yang mulai habis.</p>



<p>Akhir perjalanan tim Gowes Literasi ke-2 berujung di Pantai Pangandaran pada pukul 20.04 WIB. Ditandai dengan seremoni penyerahan bantuan buku untuk TBM Rumah Plankton. Dalam acara ini turut pula hadir perwakilan komisariat daerah Cibandar (Ciamis, Banjar, Pangandaran) Drs. Apip Winayadi dan Drs. Hendar Suhendar, M.M. Semoga dengan kegiatan ini mampu kembali menggerakkan minat baca di daerah Jawa Barat. </p>



<p>Sampai jumpa di-event Gowes Literasi ke-3, selanjutnya.</p>



<p></p>



<h4 class="wp-block-heading">Video Gowes Literasi #2</h4>



<figure class="wp-block-embed-youtube wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="GOWES LITERASI - GOWES TASIKMALAYA PANGANDARAN VIA CIPATUJAH" width="800" height="450" src="https://www.youtube.com/embed/xo5dRAhmiII?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div><figcaption>Gowes Literasi #2, dari Alun-alun Tasikmalaya hingga Pantai Pangandaran. Siap sumbang lebih dari 3000 buku di Jawa Barat.</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image"><img loading="lazy" decoding="async" width="853" height="480" src="https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2019/11/Gowes-Literasi-2-Bapak-Hikmat-dan-Bupati-Tasikmalaya.jpg" alt="" class="wp-image-848" srcset="https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2019/11/Gowes-Literasi-2-Bapak-Hikmat-dan-Bupati-Tasikmalaya.jpg 853w, https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2019/11/Gowes-Literasi-2-Bapak-Hikmat-dan-Bupati-Tasikmalaya-300x169.jpg 300w, https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2019/11/Gowes-Literasi-2-Bapak-Hikmat-dan-Bupati-Tasikmalaya-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 853px) 100vw, 853px" /><figcaption>Hikmat Kurnia, mewakili komunitas literasi, menyerahkan buku kepada Bupati Tasikmalaya, H. Ade Sugianto dalam Gowes Literasi #2.<br></figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image"><img loading="lazy" decoding="async" width="720" height="460" src="https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2019/11/Gowes-Literasi-2-Pantai-Pangandaran.jpg" alt="" class="wp-image-849" srcset="https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2019/11/Gowes-Literasi-2-Pantai-Pangandaran.jpg 720w, https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2019/11/Gowes-Literasi-2-Pantai-Pangandaran-300x192.jpg 300w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /><figcaption>Gowes Literasi #2, menuju Pantai Pangandaran, Jawa Barat.</figcaption></figure>



<figure class="wp-block-image"><img loading="lazy" decoding="async" width="853" height="480" src="https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2019/11/Gowes-Literasi-2-pantai-pangandaran-1.jpg" alt="" class="wp-image-850" srcset="https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2019/11/Gowes-Literasi-2-pantai-pangandaran-1.jpg 853w, https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2019/11/Gowes-Literasi-2-pantai-pangandaran-1-300x169.jpg 300w, https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2019/11/Gowes-Literasi-2-pantai-pangandaran-1-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 853px) 100vw, 853px" /><figcaption>Komunitas RODA dan Seuri Sadaya, <em>finish </em>di Pantai Pangandaran</figcaption></figure>
<p>The post <a href="https://agromediagroup.com/gowes-literasi-2/">GOWES LITERASI #2: Tempuh Jarak 169 KM dan Siap Sumbangkan 3.480 Buku</a> appeared first on <a href="https://agromediagroup.com">Kelompok Agromedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://agromediagroup.com/gowes-literasi-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sambangi Semarang, Festival Buku “Patjar Merah” Siap Digelar di Kawasan Kota Lama</title>
		<link>https://agromediagroup.com/sambangi-semarang-festival-buku-patjar-merah-siap-digelar-di-kawasan-kota-lama/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sambangi-semarang-festival-buku-patjar-merah-siap-digelar-di-kawasan-kota-lama</link>
					<comments>https://agromediagroup.com/sambangi-semarang-festival-buku-patjar-merah-siap-digelar-di-kawasan-kota-lama/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adgroup]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Nov 2019 06:59:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Lama]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Lokakarya Buku]]></category>
		<category><![CDATA[pasar buku murah]]></category>
		<category><![CDATA[patjar merah]]></category>
		<category><![CDATA[PatjarMerah]]></category>
		<category><![CDATA[Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Seno Gumira Ajidarma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://agromediagroup.com/?p=828</guid>

					<description><![CDATA[<p>Festival buku murah yang dinanti pecinta literasi ini akan digelar di kawasan Kota Lama, Semarang. Perayaan buku Patjar Merah akan berlangsung dari 29 November hingga 8 Desember 2019. Tepatnya, digelar di Soesmans Kantoor dan Monood Dhepius &#38; Co. Event literasi dan pasar buku ini masih muda, tetapi Patjar Merah langsung disambut dan direspon positif. Dua [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://agromediagroup.com/sambangi-semarang-festival-buku-patjar-merah-siap-digelar-di-kawasan-kota-lama/">Sambangi Semarang, Festival Buku “Patjar Merah” Siap Digelar di Kawasan Kota Lama</a> appeared first on <a href="https://agromediagroup.com">Kelompok Agromedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Festival buku murah yang dinanti pecinta literasi ini akan
digelar di kawasan Kota Lama, Semarang. Perayaan buku Patjar Merah akan
berlangsung dari 29 November hingga 8 Desember 2019. Tepatnya, digelar di <a href="https://goo.gl/maps/fk81216KXAW3yHhy5">Soesmans
Kantoor</a> dan <a href="https://goo.gl/maps/bWQw9MiCwiNMQKRXA">Monood Dhepius &amp;
Co.</a></p>



<p><em>Event</em>
literasi dan pasar buku ini masih muda, tetapi Patjar Merah langsung disambut
dan direspon positif. Dua acara sebelumnya yang telah digelar di Jogjakarta dan
Malang berlangsung ramai. Semarang menjadi kota ketiga yang akan disambangi
festival ini. </p>



<p>Sejak awal pasar buku murah ini mengapresiasi ruang-ruang
lama yang tidak terpakai. Saat digelar di Jogjakarta, acara ini menggunakan
bekas gudang tua di bilangan Gedong Kuning. Saat di Malang, sebuah bioskop tua
bernama Gunung Kelud dimanfaatkan. Nah, di Semarang ini sebuah kawasan gedung
tua di Kota Lama dijadikan ajang.</p>



<p>Sekadar catatan, Soesmans Kantoor dan Monood Dhepius &amp;
Co. adalah bagian dari kawasan penting dari <a href="https://interaktif.kompas.id/baca/kota-lama/">Kota
Lama.</a> Kota Semarang dikenal memiliki
warisan kota tua yang menjadi bagian dari wisata sejarah. Banyak bangunan masa
kolonial Belanda yang akan direvitalisasi. Kawasan ini oleh UNESCO pada 2020
akan ditetapkan menjadi takhta kota pusaka dunia.</p>



<p>Yak, yang penasaran dengan keadaan ruang-ruang dalam gedung
tua di Kota Lama saat dibanjiri buku dari berbagai judul dan genre, silakan
datang. Silakan nikmati sensasinya. &nbsp;</p>



<p><strong>Patjar
Merah Candu bagi Pecinta Buku</strong></p>



<p>Akses buku murah yang mudah didapat tentu bisa menjadi candu
bagi pembaca buku. Pada saat harga-harga buku relatif mahal, <em>event</em> Patjar Merah bisa menjadi ruang “saluran”
yang memadai bagi pecinta buku.</p>



<p>Tidak saja bagi para pecinta buku, ahli bahasa seperti Ivan
Lanin pun mengakui <em>event</em> ini sebagai
candu. Ivan pun sudah berjanji akan kembali berbagi pada diskusi dan lokakarya
dalam festival ini. </p>



<p><strong>Apa
Kata Penulis dan Sastrawan?</strong></p>



<p>Ini qoute dari Seno Gumira Ajidarma, sastrawan dan penulis,
“Menurut saya patjarmerah adalah sebuah perlawanan. Perlawanan kepada pola-pola
pameran buku yang monoton, kepada gedung yang mewah, dan nyaman, kepada buku
yang mahal dan harganya tak terjangkau. Perlawanan sejenis ini harus banyak dan
dilakukan beramai-ramai.”</p>



<p>Sementara itu, Puthut EA, Kepala Suku Mojok.co,
mengutarakan, “Namanya jelas keren, &#8216;patjarmerah&#8217;, desainnya bagus. Namun, yang
terpenting dalam pasar buku seperti ini adalah acaranya. Jangan sampai kualitas
literasi acaranya tidak bagus. Nah, patjarmerah menjawab itu dengan baik, jadi
antara jualan dengan konten yang ada di panggung dan lokakarya itu menarik
semua. “</p>



<p>Bingung dengan agenda liburan menjelang akhir tahun? Datang
saja traveling ke Kota Lama Semarang, sembari berburu buku murah dan berjumpa
para pegiat literasi di Festival Patjar Merah. Catat tanggalnya dan jumpai para
pakar yang menarik minatmu. Jangan lupa ttenteng tas untuk persiapan menampung
belanjaan buku-buku yang kamu cari. </p>



<p>Yak, mulai sekarang silakan tandai tanggal di kalendermu ya, biar tidak kelewat. Sampai ketemu di Patjar Merah, <em>guys! </em></p>



<p></p>



<iframe src="https://www.google.com/maps/embed?pb=!1m18!1m12!1m3!1d3905.814476702389!2d110.42442296239408!3d-6.969444610849663!2m3!1f0!2f0!3f0!3m2!1i1024!2i768!4f13.1!3m3!1m2!1s0x2e70f375fd4b53ef%3A0xd4b7e2ef46183510!2sSoesmans%20Kantoor!5e0!3m2!1sid!2sid!4v1573094709044!5m2!1sid!2sid" width="600" height="450" frameborder="0" style="border:0;" allowfullscreen=""></iframe>

<p>The post <a href="https://agromediagroup.com/sambangi-semarang-festival-buku-patjar-merah-siap-digelar-di-kawasan-kota-lama/">Sambangi Semarang, Festival Buku “Patjar Merah” Siap Digelar di Kawasan Kota Lama</a> appeared first on <a href="https://agromediagroup.com">Kelompok Agromedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://agromediagroup.com/sambangi-semarang-festival-buku-patjar-merah-siap-digelar-di-kawasan-kota-lama/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
