<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>stop buku bajakan Archives - Kelompok Agromedia</title>
	<atom:link href="https://agromediagroup.com/tag/stop-buku-bajakan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://agromediagroup.com/tag/stop-buku-bajakan/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 Nov 2024 08:36:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>Indonesia dalam Darurat Buku Bajakan!</title>
		<link>https://agromediagroup.com/indonesia-dalam-darurat-buku-bajakan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=indonesia-dalam-darurat-buku-bajakan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[adgroup]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Nov 2024 05:34:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[stop buku bajakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://agromediagroup.com/?p=1615</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di era digital ini, generasi Milenial dan Gen Z berperan besar dalam membentuk gaya hidup masyarakat. Keduanya dikenal sebagai generasi yang menghargai orisinalitas dan hak cipta, namun ironisnya, dalam konteks pembajakan buku, kita masih mendapati bahwa buku bajakan justru masih banyak diminati. Di Indonesia, buku bajakan sudah menjadi ancaman nyata bagi dunia literasi, menciptakan darurat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://agromediagroup.com/indonesia-dalam-darurat-buku-bajakan/">Indonesia dalam Darurat Buku Bajakan!</a> appeared first on <a href="https://agromediagroup.com">Kelompok Agromedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2024/11/indonesia-darurat-buku-bajakan-1024x683.jpg" alt="stop beli buku bajakan" class="wp-image-1616" srcset="https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2024/11/indonesia-darurat-buku-bajakan-1024x683.jpg 1024w, https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2024/11/indonesia-darurat-buku-bajakan-300x200.jpg 300w, https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2024/11/indonesia-darurat-buku-bajakan-768x512.jpg 768w, https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2024/11/indonesia-darurat-buku-bajakan-110x73.jpg 110w, https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2024/11/indonesia-darurat-buku-bajakan-420x280.jpg 420w, https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2024/11/indonesia-darurat-buku-bajakan-645x430.jpg 645w, https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2024/11/indonesia-darurat-buku-bajakan.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Di era digital ini, generasi Milenial dan Gen Z berperan besar dalam membentuk gaya hidup masyarakat. Keduanya dikenal sebagai generasi yang menghargai orisinalitas dan hak cipta, namun ironisnya, dalam konteks pembajakan buku, kita masih mendapati bahwa buku bajakan justru masih banyak diminati. Di Indonesia, buku bajakan sudah menjadi ancaman nyata bagi dunia literasi, menciptakan darurat budaya membaca yang berkualitas. Saatnya kita bersatu, menyadari dampak buruk dari buku bajakan, dan mendukung literasi yang sehat dan beretika.</p>



<p><strong>Mengapa pembajakan buku harus dihentikan?</strong> Mungkin masih ada anggapan bahwa membeli buku bajakan adalah jalan pintas yang lebih ekonomis, bahkan dianggap sah-sah saja. Namun, pandangan ini tak sejalan dengan kenyataan pahit di baliknya. Setiap kali kita membeli buku bajakan, kita merampas hak para penulis dan pencipta konten yang bekerja keras untuk melahirkan karya mereka. Menulis buku bukanlah pekerjaan yang sederhana; setiap penulis meluangkan waktu, tenaga, dan pemikiran yang mendalam untuk menghasilkan karya yang layak dibaca. Dengan membeli buku bajakan, kita mengambil hak mereka atas penghargaan dan pendapatan yang seharusnya mereka terima.</p>



<p>Selain berdampak langsung pada penulis, industri penerbitan di Indonesia juga dirugikan oleh peredaran buku bajakan. Sebagai pembaca, mungkin kita tidak menyadari bahwa penerbitan buku berkualitas memerlukan biaya besar untuk mencetak, mendistribusikan, hingga mempromosikan buku ke seluruh negeri. Dengan semakin tingginya angka pembajakan, penerbit harus menanggung beban kerugian yang mengancam keberlanjutan bisnis mereka. Akibatnya, penerbit yang seharusnya dapat terus melahirkan buku-buku bermutu malah kesulitan bertahan. Jika ini terus terjadi, kita sebagai pembaca pun akan kehilangan akses terhadap pilihan buku berkualitas di masa depan.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Indonesia Berada dalam Kondisi Darurat Buku Bajakan</strong></h2>



<p>Buku-buku palsu ini tidak hanya beredar di kios-kios pinggir jalan tetapi juga di berbagai <em>situs e-commerce</em> atau <em>marketplace </em>yang populer. Parahnya, buku-buku ini kerap dijual dengan harga yang sangat murah, sehingga konsumen tergoda untuk memilih buku bajakan tanpa memikirkan dampak panjangnya. Masalah ini diperburuk oleh kurangnya regulasi ketat dan penegakan hukum yang mampu menindak penjual buku bajakan dengan serius. Fakta di lapangan menunjukkan betapa rendahnya kesadaran akan hak kekayaan intelektual dan pentingnya menghargai karya asli. Padahal, pembajakan ini bukan hanya merugikan industri dalam negeri, tetapi juga menurunkan kualitas literasi bangsa.</p>



<p>Sekali lagi pembajakan buku di Indonesia, terutama melalui platform <em>e-commerce/marketplace</em>, telah mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan dan diakui sebagai bentuk &#8220;industri gelap&#8221; yang melibatkan banyak pihak secara ilegal. Berdasarkan data dari Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), sejumlah <em>marketplace</em> belum menerapkan aturan tegas untuk menanggulangi peredaran buku bajakan. Akibatnya, ribuan buku palsu tetap diperdagangkan secara terbuka, menciptakan kerugian besar bagi penulis, penerbit, dan ekosistem perbukuan yang bergantung pada penjualan karya asli sebagai sumber utama pendapatan dan keberlanjutan.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><strong>BACA JUGA : <a href="https://agromediagroup.com/stop-mengonsumsi-buku-bajakan/">Simak Ini Guys, Stop Mengonsumsi Buku Bajakan</a></strong></p>
</blockquote>



<p>Generasi Milenial dan Gen Z sebenarnya memiliki kekuatan besar untuk mengubah tren ini. Jika kita sebagai generasi muda berhenti membeli buku bajakan dan mulai bersuara untuk mendukung karya asli, dampaknya akan sangat signifikan. Kalian adalah pelopor perubahan yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menghargai karya penulis. Dalam era media sosial, suara kalian bisa menyebar dengan cepat dan menginspirasi orang lain untuk menghentikan pembajakan.</p>



<p>Dukungan terhadap penulis lokal adalah salah satu bentuk nyata dari apresiasi terhadap karya asli. Setiap kali kita membeli buku asli, kita tidak hanya menikmati hasil pemikiran dan kreativitas penulis tetapi juga memberi mereka semangat untuk terus berkarya. Penulis yang mendapatkan apresiasi yang layak akan lebih terdorong untuk menghasilkan karya-karya baru yang bermanfaat bagi kita. Saat industri penerbitan semakin tumbuh berkat dukungan kita, penerbit pun bisa terus mencetak buku berkualitas yang membuka wawasan dan memperkaya literasi kita.</p>



<p>Dampak positif dari memilih membeli buku asli juga menyentuh aspek ekonomi kreatif di Indonesia. Ekonomi kreatif saat ini menjadi salah satu sektor potensial yang bisa mendukung perekonomian nasional. Buku, sebagai bagian dari produk ekonomi kreatif, sangat berpengaruh dalam mendorong pertumbuhan sektor ini. Dengan membeli buku asli, kita tidak hanya membantu penulis dan penerbit lokal, tetapi juga berkontribusi pada terbukanya lapangan kerja baru di bidang industri kreatif.</p>



<p>Sebagai generasi yang melek teknologi dan mudah mendapatkan informasi, ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi darurat buku bajakan di Indonesia. Pertama, biasakan diri untuk membeli buku hanya dari toko resmi atau situs yang terpercaya. Dengan begitu, kita memastikan bahwa buku yang kita baca adalah karya asli yang berkualitas. Selain itu, kita juga bisa memanfaatkan media sosial untuk mendukung penulis favorit dan karya mereka, dengan menyebarkan informasi tentang buku asli yang layak dibaca. Semakin luas dukungan di media sosial, semakin besar pula kemungkinan bagi penulis untuk mendapatkan pembaca baru yang setia membeli karya-karya mereka secara legal.</p>



<p>Tak kalah penting, edukasi teman, keluarga, dan orang-orang di sekitar kita tentang bahaya buku bajakan. Diskusikan tentang pentingnya mendukung karya asli dan dampak buruk dari pembajakan, mulai dari kerugian bagi penulis hingga kehancuran industri buku lokal. Jika kalian menemukan buku bajakan di pasaran atau toko online, jangan ragu untuk melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat segera ditindak. Tindakan ini mungkin tampak sederhana, tetapi jika dilakukan secara kolektif, dampaknya akan sangat signifikan bagi industri literasi di Indonesia.</p>



<p>Baik Generasi Milenial dan Gen Z serta kita semua para pecinta buku memiliki peran besar sebagai agen perubahan dalam menghadapi darurat buku bajakan yang melanda Indonesia. Kita harus menjadi generasi yang lebih sadar akan hak kekayaan intelektual dan lebih menghargai hasil karya orang lain. Setiap buku bajakan yang kita beli, sama saja dengan mendukung tindakan yang merusak kreativitas dan produktivitas anak bangsa. Mari bangun budaya literasi yang sehat dan beretika dengan berhenti membeli buku bajakan, demi Indonesia yang lebih baik, lebih cerdas, dan lebih menghargai karya asli.</p>



<figure class="wp-block-video"><video controls src="https://agromediagroup.com/darurat-pembajakan-buku.mp4"></video></figure>
<p>The post <a href="https://agromediagroup.com/indonesia-dalam-darurat-buku-bajakan/">Indonesia dalam Darurat Buku Bajakan!</a> appeared first on <a href="https://agromediagroup.com">Kelompok Agromedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://agromediagroup.com/darurat-pembajakan-buku.mp4" length="5482018" type="video/mp4" />

			</item>
		<item>
		<title>Simak Ini Guys, Stop Mengonsumsi Buku Bajakan</title>
		<link>https://agromediagroup.com/stop-mengonsumsi-buku-bajakan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=stop-mengonsumsi-buku-bajakan</link>
					<comments>https://agromediagroup.com/stop-mengonsumsi-buku-bajakan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[adgroup]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Dec 2019 07:11:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[info]]></category>
		<category><![CDATA[stop buku bajakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://agromediagroup.com/?p=908</guid>

					<description><![CDATA[<p>Spontan kami langsung geram setiap kali terdengar ada buku-buku yang dibajak. Dua tahun belakangan ini, pembajakan buku kian meresahkan ekosistem pekerja perbukuan.&#160; Pembajakan buku adalah sebuah kejahatan, melawan hukum. Sebab mengambil alih hak hasil ciptaan orang lain tanpa sepengetahuan dan izin, lalu menggandakan dan menjualnya secara komersial. Tentu saja kami akan terus mengajak pekerja buku [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://agromediagroup.com/stop-mengonsumsi-buku-bajakan/">Simak Ini Guys, Stop Mengonsumsi Buku Bajakan</a> appeared first on <a href="https://agromediagroup.com">Kelompok Agromedia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-drop-cap">Spontan kami langsung geram setiap
kali terdengar ada buku-buku yang dibajak. Dua tahun belakangan ini, pembajakan
buku kian meresahkan ekosistem pekerja perbukuan.&nbsp;</p>



<p>Pembajakan buku adalah sebuah
kejahatan, melawan hukum. Sebab mengambil alih hak hasil ciptaan orang lain
tanpa sepengetahuan dan izin, lalu menggandakan dan menjualnya secara
komersial. Tentu saja kami akan terus mengajak pekerja buku dan ekosistem
terkait agar tidak lelah melawan.</p>



<p>Salah satu alasan memilih buku bajakan
adalah karena harganya yang murah. Alasan lain, ada pula pembaca yang kesulitan
membedakan mana buku asli dan mana yang bajakan. Terutama bagi mereka yang
membeli via online. Maka waspadalah jika harga buku yang dijumpai di toko
online atau market place itu murah sekali.&nbsp;</p>



<p>Untuk pembaca buku kami terus
melakukan edukasi agar tidak membeli buku-buku bajakan. Dengan mengenali
tampilan kualitas fisik buku, juga menandai dari sisi harga yang murah. Buku kw
atau buku palsu yang ada di lapak online dan lapak pasar buku offline jelas merugikan
kami.</p>



<p>Kamu bisa membayangkan, jika buku yang
kamu beli adalah karya penulis idolamu. Apakah kamu tega menghilangkan royalti
penulis yang satu eksemplar buku ini 10%. Penulis-penulis sangat jengkel dan
marah.&nbsp;</p>



<p>Selain para penulis, masih banyak
rantai profesi dan pekerjaan yang terancam hancur akibat pembajakan buku.
Mereka adalah para penerbit, distributor, reseller, dan toko buku.</p>



<p>Mari mengenali prosesnya, memungkinkan
kamu menyadari dan mudah-mudahkan menjadi turut muak dengan aksi pembajakan
buku yang sulit diberantas ini.</p>



<p>Bagi kamu yang belum pernah melihat
proses terciptanya sebuah buku, ini alur ceritanya.</p>



<p>Buku lahir dari proses panjang yang
tidak hanya melibatkan seorang penulis. Ada interaksi dengan berbagai bidang
pekerjaan dan jasa lain yang merekat, seperti dengan editor, setter, desainer
cover, dan ilustrator, dan percetakkan buku. Seperti kamu tahu, para pekerja
buku dari editor hingga ilustrator, biasa dikelola di bawah sebuah penerbitan
buku.&nbsp;</p>



<p>Dalam prosesnya, naskah akan ditimbang
dan masuk proses editing jika akan diterbitkan. Seorang editor buku untuk
melakukan editing, baik dari sisi konten maupun ejaan, pemilihan judul, hingga
pembuatan sinopsis atau <em>blurb.</em> Sementara konsep visual buku pun
didiskusikan dengan penulis, desainer, dan editor.</p>



<p>Mari geser prosesnya ke ruangan
percetakan. Setelah file desain sampul dan layout isi jadi, file ini akan
dicetak sesuai dengan jenis kertas dan ukurannya. Di sini pekerja percetakan
dari operator mesin, petugas jilid,&nbsp;</p>



<p>Nah, setelah buku turun cetak,
penerbit akan meneruskan buku terbarunya ke distributor buku untuk tersebarkan
ke toko buku berlantai maupun toko buku daring. Di sini pembaca dan calon
pembeli buku berinteraksi.</p>



<p>Proses lahirnya sebuah buku tidak ada
yang instan. Semua membutuhkan waktu. Prosesnya bisa berbulan-bulan bahkan ada
yang lebih dari satu tahun. Mengapa demikian? Sebuah naskah yang diterbitkan
membutuhkan seleksi panjang dan antrian. Penulis sendiri membutuhkan riset,
waktu, dan upaya untuk menulis.&nbsp;</p>



<p>Setidaknya ada dua alur, seorang buku
lahir. Pertama, seorang penulis mengirimkan naskahnya ke penerbit. Kedua, para
editor memburu penulis untuk menuliskan dan menerbitkan karyanya, karena alasan
konten menarik dan layak jual karena diprediksi akan laku.&nbsp;</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Ini Bedanya Buku Bajakan dengan Buku
Asli</strong></h2>



<p class="has-drop-cap">Sekali lagi sebuah buku lahir hingga
bisa hadir ke tangan pembaca, adalah hasil kolaborasi dari banyak profesi. Buku
terbit, melibatkan banyak keringat dan pekerjaan orang-orang. Proses ini
melibatkan investasi profes intelektual, waktu, dan kapital.</p>



<p>Kalau kamu kesulitan membedakan
perkara ini, karena beralasan yang penting isinya dan lebih memilih buku
bajakan karena perkara murah. Ingat guys, ada banyak pihak yang kecewa. Mereka
adalah penerbit buku, penulis, distributor, dan toko buku yang menjual buku
asli.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Buku-buku bajakan jelas kualitasnya
buruk. Sebagian besar para pembajak buku, menggarapnya dengan asal, dari
tampilan seperti cover hasil cetakan kurang tajam.&nbsp;</p>



<p>Buku bajakan dari sisi kualitas hasil
cetakan, kertas bagian isi buku dan cover, serta jilidan sangatlah buruk. Buku
bajakan tidak nyaman dan tidak enak disimak. Dari soal harga buku bajakan jauh
lebih murah, hingga seperempat harga buku asli. Selain jika, ketahuan kamu
membaca buku-buku bajakan selain malu, kamu dapat terkena sanksi hukum.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>STOP Beli Buku Bajakan</strong>!</h2>



<p class="has-drop-cap">Membeli buku bajakan dan asli tentu
jelas berbeda perkaranya. Jika kamu sudah tahu beda buku asli dengan buku
bajakan, sementara kamu tetap nekad membelinya, maka inilah satu bentuk
pelanggaran hukum. Kesadaran ini sungguh mengenaskan karena masih ada bahkan
mungkin banyak yang belum sadar bahwa, pembajakan buku adalah sebuah kejahatan.
Bahkan membeli buku bajakan pun bisa dikenakan sanksi hukum.</p>



<p>Soal pelanggaran hak cipta sudah jelas
hukum pidananya. Bagi yang melakukan pembajakan buku bisa dikenakan denda mulai
dari Rp 100 juta hingga 5 milyar dan pidana kurungan dua tahun. Pada
kenyataannya delik pembajakan buku dari dulu hingga detik ini terus berjalan.
Pembajak buku masih melenggang.&nbsp;</p>



<p>Ada apa dan siapa di balik industri
pembajakan buku? Bagi kami, yang terpenting negara perlu tegas menuntaskan
perkara pembajakan buku. Sebab kami tidak hanya dirugikan dari sisi bisnis dan
moral. Lebih dalam dan jauh ekosistem industri perbukuan bisa terancam tumbang
karena pembajakan.</p>



<p>Mengapa bisa tumbang, masyarakat, baik
disadari atau tidak lebih banyak memilih buku murah, buku bajakan. Ekosistem
perbukuan yang terdiri dari penulis, penerbit, editor, desainer, dan setter,
perlahan bisa hancur dan mati bersaing dengan buku murah versi bajakan.&nbsp;</p>



<p>Aksi sistemik pembajakan buku tidak
saja merugikan ekosistem perbukuan. Tetapi bisa menghancurkan, penulis dan
penerbit.&nbsp;</p>



<p>Pembajakan buku tidak kenal kategori.
Biasanya buku-buku “laris” menjadi sasaran utama pembajakan. Dengan cepat
setelah rilis, di lapak buku bajakan pun muncul. Sulit diberantas, karena belum
terlihat ada langkah tuntas nyata penegak hukum membereskan perkara pembajakan
buku.</p>



<p>Sementara itu lemahnya
penegakkan hukum terhadap pembajakan buku dan mentalitas masyarakat yang
memilih membeli buku bajakan menjadi faktor buku bajakan sulit dihentikan. Dua
faktor&nbsp; ini yang membuat persoalan buku bajakan sulit diselesaikan. Maka
tidak heran jika dari dulu sampai sekarang pembajakkan buku terus terjadi.</p>



<p>Sebelum masa penjualan daring buku
bajak telah marak di lapak-lapak ilegal. Aksi ini bertambah marak ketika muncul
market place. Walau pun mudah ditandai vendor-nya, namun tidak mudah menghilangkan.
Sudah dilaporkan mereka akan membuat akun toko baru di marketplace.</p>



<p>Siapa dan bagaimana mana para pembajak
buku hadir sebenarnya mudah sekali ditandai dengan jelas. Sejak adanya
marketplace, para pembajak pun turut mengedarkan “dagangan buku haram”nya lewat
online. Tidak hanya di lapak offline.</p>



<p>Kerugian besar bagi para penerbit yang
menjadi korban pembajakan tidaklah sedikit. Hadirnya sebuah buku ada
keterlibatan banyak pihak, seperti penulis, editor, layouter, desainer, dan
percetakan. Komponen tersebut melibatkan biaya yang tidak sedikit.&nbsp;</p>



<p>Masyarakat perlu curiga jika tidak
bisa membedakan mana buku bajakan dan mana yang asli.&nbsp;</p>



<p>Kami hanya bisa mengedukasi dan
menghimbau masyarakat pecinta buku agar tidak membeli buku bajakan. Sebab
membeli buku asli berarti menyelamatkan dunia perbukuan dari kehanduran
ekosistem yang sedang dibangun. Dengan adanya kesadaran ini, merupakan harapan
bersama di dunia literasi Indonesia.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><strong>Unggah Temuan Buku Bajakan dari Lapak Online maupun Offline</strong></p></blockquote>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Melawan pembajakan buku mesti ramai-ramai. Setidaknya adanya media sosial mudah sekali membuat para penjual buku bajakan malu. <br> Unggah ke media sosial, foto atau video di mana aktivitas jual beli buku bajakan ditemukan. Tag dan mention akun para penulis dan penerbit yang menjadi korban pembajakan. Walaupun ini kabar buruk bagi para penulis dan penerbit, kami tetap apresiatif jika kamu berpartisipasi melaporkan temuan buku bajakan.</p></blockquote>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Menjual dan membeli buku bajakan esensinya sebuah kejahatan dan cepat atau lambat akan menghancurkan kreativitas para pekerja buku (penulis, editor, desainer, layouter, distributor) dan toko buku. Belilah buku orginal, buku bajakan atau kw sungguh tidak keren dan jauh dari berkah, <em>guys</em>. Itu tidak menghargai kerja keras para pekerja buku. Maka <em>Say No to Pirate books!</em> <br> <br>Akhirnya, sekali kami kembali pada imbauan kepada para pembaca buku, belilah buku original, jika ingin penulis dan ekosistem buku tetap hidup dan tumbuh. Dan untuk negara, pertanyaan kami, para pekerja buku masih sama, bisakah pemerintahan tegas mengatasi pembajakan buku?</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="850" height="850" src="https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2019/12/beli-buku-bajakan-ga-keren.jpg" alt="beli buku bajakan ga keren" class="wp-image-895" srcset="https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2019/12/beli-buku-bajakan-ga-keren.jpg 850w, https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2019/12/beli-buku-bajakan-ga-keren-300x300.jpg 300w, https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2019/12/beli-buku-bajakan-ga-keren-150x150.jpg 150w, https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2019/12/beli-buku-bajakan-ga-keren-768x768.jpg 768w, https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2019/12/beli-buku-bajakan-ga-keren-250x250.jpg 250w, https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2019/12/beli-buku-bajakan-ga-keren-125x125.jpg 125w, https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2019/12/beli-buku-bajakan-ga-keren-110x110.jpg 110w, https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2019/12/beli-buku-bajakan-ga-keren-420x420.jpg 420w, https://agromediagroup.com/wp-content/uploads/2019/12/beli-buku-bajakan-ga-keren-430x430.jpg 430w" sizes="(max-width: 850px) 100vw, 850px" /></figure>
<p>The post <a href="https://agromediagroup.com/stop-mengonsumsi-buku-bajakan/">Simak Ini Guys, Stop Mengonsumsi Buku Bajakan</a> appeared first on <a href="https://agromediagroup.com">Kelompok Agromedia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://agromediagroup.com/stop-mengonsumsi-buku-bajakan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
