Menjadi Fotografer Handal dengan Kamera DSLR
- Details
- Parent Category: Headline
- Created on 24 November 2011
- Published on 24 November 2011
- Hits: 885
Saat ini, kamera DSLR menjadi kamera paling populer di kalangan fotografer profesional dan amatir. Bentuknya hampir sama dengan kamera analog SLR karena cara kerja dan bagian-bagian di dalamnya mirip. Satu hal besar yang membedakannya adalah kamera DSLR menggusur film dan menggantinya dengan sensor sebagai penangkap gambar, serta layar LCD di bagian belakang kamera untuk melihat hasilnya.
Kamera DSLR mempunyai kelas sendiri, ada kelas kamera profesional, menengah, dan amatir. DSLR profesional umumnya mempunyai bahan dan kualitas tertinggi dibandingkan kelas DSLR lainnya dan bisa digunakan dalam segala medan dan cuaca. Dalam kondisi gerimis sekalipun, kamera jenis ini masih mampu digunakan karena mempunyai wheater sealing yang bagus.
Dari berbagai merek kamera DSLR dari berbagai kelas, biasanya bagian-bagian kameranya mempunyai perbedaan. Misalnya, pada tombol-tombolnya. Pada kamera DSLR amatir, fungsi tombol-tombolnya lebih sederhana dibandingkan kamera DSLR profesional.
Salah satu kelebihan lainnya pada kamera DSLR ialah tersedianya berbagai jenis dan ragam lensa. Jajaran lensa kamera DSLR tersedia mulai dari lensa standar 50 mm, lensa fish eye 10.5 mm, sampai lensa tele pada rentang fokus 1000 mm. Berbagai jenis lensa ini mempunyai fungsi yang bermacam-macam, misalnya lensa dengan autofokus dengan kecepatan ultrasonik produk Canon. Ada juga lensa dengan fasilitas VR atau vibration reduction dari Nikon.
Beragam pilihan lensa ini, kamera DSLR bisa dipakai untuk memotret berbagai kegiatan yang membutuhkan berbagai jangkauan lensa. Dalam event olahraga misalnya, seorang fotografer membutuhkan lensa dengan rentang fokus lebar sampai ke lensa tele dengan sudut sempit. Dengan satu bodi kamera, fotografer bisa memakai banyak lensa yang mempunyai fungsi berbeda secara bergantian dan menghasilkan gambar kualitas prima.
Pada kamera DSLR terdapat pengaturan white balance (WB) yang digunakan untuk mengatur warna foto yang dihasilkan supaya sesuai dengan aslinya. Ada beberapa opsi pengaturan white balance, mulai dari automatic white balance (AWB), shade, flash, clody, daylight, fluorescent, incandescent, atau tungsten. Fungsi masing-masing pilihan WB ini bisa dijelaskan dengan logo masing-masing. Misalnya, pilihan WB pada shade yang menampilkan gambar bayangan, akan mengatur WB untuk menormalkan warna ketika memotret di tempat teduh.
Buku Pintar Fotografi dengan Kamera DSLR terbitan Indonesia Tera ini akan menjelaskannya kepada Anda semua hal terkait fotografi, baik dari fisik kamera dan fungsi-fungsinya maupun aplikasi pemotretan di lapangan dengan berbagai objek. Buku ini ditulis oleh seorang fotografer dan jurnalis, yaitu Paulus Nugrahajati dan Eddie Targo.
Keduanya akan memandu Anda bagaimana menggunakan kamera DSLR secara baik dan benar dalam menghasilkan bidikan foto yang berkualitas. Buku ini sangat cocok dijadikan panduan bagi pemegang kamera DSLR pemula.







