|
Teknik Pemberian Pakan dan Melatih Cupang Hias |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Jumat, 11 Desember 2009 |
Perawatan
ikan cupang sangat penting untuk menjaga kondisi cupang tetap prima
walaupun tidak ada kontes. Diperlukan cukup ketekunan dan ketelitian
pemeliharaan ikan cupang secara teratur, seperti memberikan pakan,
mengganti air akuarium, dan melatih mental ikan cupang. Berikut ini
teknik-teknik yang perlu diperhatikan.
A. Memberi Pakan Alami
Untuk perawatan sehari-hari, cupang hias cukup diberi pakan alami,
seperti kutu air, cuk (jentik nyamuk), atau cacing beku. Berikan pakan
sekali sehari. Berikan pakan secukupnya. Jika pakan terlalu banyak
diberikan, bisa berdampak buruk terhadap kebersihan air akuarium dan
kesehatan ikan.
Untuk mengontrol jumlah pemberian pakan, gunakan takaran, seperti
sendok teh atau botol plastik bekas. Botol plastik yang diberi selang
bisa dimanfaatkan untuk sarana pemberian makanan cupang. Selain murah,
alat ini juga mudah dioperasikan. Untuk menggunakannya, masukkan kutu
air atau jentik nyamuk (cuk) ke dalam botol, lalu semprotkan satu per
satu ke dalam akuarium.
Dosis cacing darah beku yang diberikan cukup secuil. Sedangkan cuk dan
kutu air, cukup diberikan sebanyak setengah sendok makan atau beberapa
tetes jika menggunakan botol. Jentik nyamuk juga bisa diberikan sebagai
selingan setiap 2 hari sekali, bisa juga diberikan sebagai makanan
pokok. Jentik nyamuk cocok dijadikan makanan pokok saat cupang sudah
berumur 1.5 bulan, karena sudah bisa makan makanan yang berukuran
besar. Berikan jentik nyamuk yang masih halus atau yang berbadan lurus.
Jika sulit memeroleh jentik nyamuk, bisa memberikan pakan Iainnya,
seperti cacing sutera dan cacing rambut. Namun, konsumsi cacing-cacing
tersebut kadang-kadang bisa membuat cupang menjadi kembung. Untuk
menghindarinya, sebaiknya cacing dibersihkan berulang kali dengan air
bersih sebelum diberikan kepada cupang.
B. Mengganti Air Akuarium
Pengolahan air sangat penting agar cupang tetap sehat. Terlambat
mengganti air akan menyebabkan penyakit. Sisa pakan dan kotoran cupang
yang mengendap di dasar air dapat menyebabkan penyakit. Semakin sering
air akuarium diganti, pertumbuhan ikan cupang akan semakin cepat. Batas
maksimum pergantian air 3 hari sekali.
Ada dua cara merawat air akuarium, yakni mengganti sebagian dan
mengganti seluruhnya. Untuk mengganti sebagian air akuarium, cukup
sedot air akuarium dengan slang plastik kira-kira setengah volume air
akuarium. Kemudian, isi dengan air yang bersih. Pergantian sebagian air
akuarium dilakukan setiap hari untuk menjaga akuarium tetap bersih.
Untuk mengganti seluruh air akuarium sebaiknya dilakukan seminggu
sekali. Lakukan dengan cara yang sama seperti mengganti sebagian air
akuarium.
Selain mengganti air, akuarium juga harus dicuci bersih serta dijemur
untuk membunuh kuman, jamur, dan bakteri yang masih tersisa. Untuk
melakukannya, rendam akuarium tersebut dengan larutan PK dosis tinggi
selama 1-2 jam. Setelah itu, cuci akuarium hingga bersih dan jemur
hingga kering.
Selain secara rutin, air akuarium juga bisa diganti jika terlihat
mengalami penurunan kualitas. Turunnya kualitas air di akuarium
ditandai dengan keruhnya air akuarium. Jika kualitas airnya sudah
memburuk, cupang akan tampak mengambang atau diam di dasar akuarium,
tidak mau banyak bergerak. Jika kualitas air bagus, sirip cupang
mengembang, warnanya cerah, dan ikan aktif bergerak memamerkan
keindahannya.
C. Melatih Mental
Di dalam perawatan sehari-hari, cupang perlu dilatih mentalnya.
Tujuannya agar cupang tetap terjaga mentalnya selama tidak ada kontes.
Untuk melatih cupang cukup hadapkan cupang andalan dengan cupang lain
yang seukuran. Hadapkan cupang andalan dengan cupang lainnya (sebengi)
setiap hari selama 20 menit.
Artikel ini dikutip dari buku”Mencetak Cupang Jawara Kontes”
karya Enggan Priguna Sidharta & Maloedyn Sitanggang. Di dalam buku
terbitan AgroMedia Pustaka ini berisi pembahasan cupang secara detil.
Mulai dari fenomena kegemaran banyak orang terhadap cupang, morfologi
cupang, ragam jenis, pakan, pengendalian hama dan penyakit, perawatan
dan pelatihan cupang, dan kriteria penilaian dalam kontes.
Selain itu, dilengkapi juga dengan galeri cupang hias dari berbagai
jenis dan CD video perawatan ikan cupang. Kelengkapan yang diberikan
penulis di dalam buku ini, tidak lain agar membantu Anda mampu mencetak
ikan cupang menjadi jawara kontes.
|
|
|