Hijrah Story di Indonesian Fashion Week 2015

Perhelatan Indonesia Fashion Week 2015 sukses menyita perhatian para pecinta fashion di Indonesia. Acara yang digelar di Jakarta Convention Centre (JCC) 26 Februari – 1 Maret 2015 selama 4 hari ini berhasil mengumpulkan 665 brand dan 32 fashion show.  Salah satu desainer muslim Indonesia, Irna Mutiara, tidak ketinggalan berpartisipasi memamerkan rancangannya di pekan mode yang cukup bergengsi ini. Bahkan, Irna menggelar 2 kali fashion show dengan tema Miracle of the Sun menggandeng siswi SMK NU Banat Kudus yang bekerja sama dengan Djarum Foundation dan fashion show desain baju pengantin melalui brand Irna La Perle yang mengusung tema Andalucia Belleza.

Dalam ajang berkumpulnya para fashionista ini pula Irna Mutiara, merilis buku Hijrah Story. Buku yang digarapnya selama kurang lebih satu tahun ini bercerita tentang perjalanan hijrahnya mulai dari sekolah, menikah, kuliah sambil bekerja, pahit manisnya membangun usaha, hingga suksesnya memiliki banyak perusahaan di bawah naungan PT. Trimoda Update. Dan sebagai seorang perancang busana yang kerap kali menciptakan tren busana muslim, justru Irna Mutiara memutuskan berhijrah dengan menggunakan busana syari yang simple dan minim aksesori. Tidak heran, kini trend busana muslim beralih pula menjadi lebih sederhana dan santun. Sebagai seorang desainer, ia merasa memiliki kewajiban untuk menyampaikan syiar bagaimana cara berbusana muslim yang sesuai ajaran Islam namun tetap fashionable. Penampilannya sekarang tidak lain karena ia ingin menyempurnakan cara berpakaiannya.

Hal tersebut diamini oleh Oki Setiana Dewi yang kala itu hadir sebagai bintang tamu. Sebagai pelanggan setia rancangan Irna Mutiara, bahkan Oki sudah lebih dulu berhijrah dan ia mengaku merasa lebih nyaman dan praktis mengenakannya. “Setelah nama saya mulai dikenal, banyak penggemar menganggap gaya busana saya kuno dan kampungan,” ujarnya. Namun, dengan berpakaian lebih tertutup kini malah banyak yang mengikuti jejaknya. Dalam kesempatan itu pula Oki mengaku kagum kepada sosok Irna Mutiara yang berjuang dari nol sampai memiliki nama besar seperti sekarang. Orang yang sukses menurutnya adalah orang yang berjuang melewati lika liku hidup dan tidak didapatkan dengan instan. Hal tersebut yang ia lihat dari seorang Irna Mutiara, terlebih setelah membaca bukunya ia paham mengapa Irna Mutiara berhasil di bidangnya. Hal yang membanggakan, sebagai bentuk rasa syukurnya, setiap tahun Irna Mutiara memberangkatkan karyawannya ke tanah suci. “Sebelum launching ini pun, saya baru 10 hari yang lalu pulang umroh bersama 25 orang karyawan,” tuturnya sambil menitikkan air mata haru.

Acara yang berlangsung di mini stage Indonesia Fashion Week ini berjalan santai selama 1,5 jam dan ditutup dengan penampilan model muslimah yang membawakan baju rancangan Irna Mutiara. Irna Mutiara menjelaskan fashion item apa saja yang wajib dimiliki jika ingin berbusana syar’i. Setelah acara penyerahan dummy buku dari penerbit Kawan Pustaka, dilanjutkan dengan book signing.

Cerita Kehamilan Shireen Sungkar

“Untuk buku hamilnya cukup sekali ini aja, Mas. Hahaha,” ujar Shireen Sungkar ramah jelang launching bukunya berjudul Cerita Kehamilan Shireen Sungkar di Gramedia Matraman pada hari Minggu, 15/02/2014.

Sekitar lebih dari 100 audiens nampak antusias mendengar kisah Shireen menjalani proses kehamilan hingga melahirkan putra pertamanya. Sebagian adalah kalangan remaja yang menjadikan artis pemeran Fitri dalam sinetron Cinta Fitri itu menjadi idola mereka.

Menurut Shireen, ia awalnya memang ingin menulis buku. “Mungkin tentang biografi, proses hijrah, atau tentang kehamilan,” terangnya. Karena kebetulan saat itu ia sendiri baru melahirkan, maka tercetuslah tema tersebut dengan cara berbeda. “Sebelum menulis, sempat riset buku-buku pembanding. Aku pengennya sih menulis dengan gaya aku sendiri yang fun to read,” tambahnya.

Dibantu seorang co-writer, Sofie Beatrix, Shireen mulai menyusun bukunya sejak akhir bulan November 2014. Mereka berdua melakukan kolaborasi dalam menulis naskah. Kadang Shireen yang cerita, Sofie yang menulis. Atau keduanya berbarengan menulis sambil mengevaluasi beberapa kekurangan masing-masing.

Acara launching bukunya sendiri berlangsung semarak. Hadir dalam kesempatan tersebut, Dr. Emy Tri Dianasari, Sp.OG. yang ikut mengisi materi buku sebagai dokter ahli tentang kehamilan dan persoalannya. Saat acara talkshow berlangsung, Dr. Emy juga sibuk menjawab aneka pertanyaan audiens.

Menjelang akhir acara talkshow, hadir Teuku Wisnu yang langsung disambut meriah. Ia sendiri langsung duduk di panggung menemani Shireen dan langsung menjawab dengan lugas beberapa pertanyaan dari audiens.

Wisnu mengaku nama anak pertamanya adalah inisiatif dia. “Karena kita sepakat, kalau anaknya laki-laki maka aku yang ngasih nama. Begitu pun kalau perempuan, maka Shireen yang ngasih nama,” ujarnya.

Ditulis dengan bahasa mudah dicerna dan dilengkapi ilustrasi menarik, buku Cerita Kehamilan Shireen Sungkar menjadi bacaan yang ringan dan informatif. “Siapa saja boleh baca, buat yang mau tahu tentang berbagai masalah dan cara mengatasi saat hamil maupun melahirkan. Buku ini bagus juga dibuat kado untuk teman atau keluarga yang belum hamil, sedang hamil, maupun setelah melahirkan karena disertai diary kosong yang bisa diisi sendiri.

Dalam bukunya ini, Shireen ingin berbagi pesan bahwa hamil itu tidak menakutkan, apalagi bagi pemula. Secara khusus ia juga ingin memberi kesan bahwa melahirkan secara normal sangat baik bagi ibu-ibu. “Aku bukan anti caesar atau apa. Tapi selama masih bisa normal, kenapa enggak?” kata Shireen.

Di akhir acara, selain penyerahan plakat secara simbolis dari penerbit Kawan Pustaka kepada Shireen Sungkar, audiens juga berkesempatan untuk mendapatkan tanda tangan dan berfoto bersama Shireen Sungkar.