Ngobrolin Pajak Bersama Visimedia

Berbicara tentang pajak memang hal yang memusingkan, tetapi pajak adalah hal yang tidak bisa dihindari. “Hanya ada dua hal yang tidak bisa dihindari, kematian dan pajak,” kata Ainur Bayinah, penulis buku Bayar Pajak Lebih Murah pada Seminar Pajak Ecommerce dan Bayar Pajak Lebih Murah. Acara ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2015, di lantai 4 tower C, Perpustakaan Universitas Indonesia, Depok, untuk menumbuhkan masyarakat yang sadar pajak.

Dua topik utama yang diangkat Visimedia Pustaka dalam Seminar Pajak adalah isu pajak terkini yang belum banyak diketahui masyarakat awam, yaitu masalah Pajak Ecommerce dan Bayar Pajak Lebih Murah dengan Zakat dan Sumbangan Wajib Keagamaan. Seminar yang berlangsung lebih kurang 1,5 jam ini berhasil menyihir para peserta dengan fakta-fakta hukum terbaru tentang pajak.

Sebagai penerbit buku-buku hukum terdepan di Indonesia, Visimedia Pustaka memantau perkembangan hukum pajak di Indonesia. Dua tema yang menarik perhatian kami, yaitu pajak untuk pelaku electronic commerce (e-commerce) serta zakat dan sumbangan wajib keagamaan menjadi pengurang penghasilan bruto kena pajak. Dua hal ini merupakan regulasi terbaru yang memudahkan sekaligus menerapkan asas keadilan pada masyarakat, khususnya pelaku e-commerce serta pembayar zakat dan sumbangan wajib keagamaan.

Peserta yang hadir berasal dari kalangan profesional pelaku ecommerce, akademisi, komunitas blogger, hingga masyarakat awam. Mereka begitu antusias mendengarkan penjelasan tentang Pajak Ecommerce serta Membayar Pajak Lebih Murah dengan Memaksimalkan Zakat dan Sumbangan Keagamaan.

Dr. Nufransa Wira Sakti, chief of change management officer Direktorat Jenderal Pajak, yang juga penulis Buku Pintar Pajak Ecommerce menerangkan tentang pajak ecommerce dengan komprehensif. Begitu juga dengan Ai Nur Bayinah, S.E.I., M.M., penulis buku Bayar Pajak Lebih Murah yang menerangkan bahwa zakat dan sumbangan wajib keagamaan yang kita bayarkan ternyata bisa mengurangi pendapatan bruto kena pajak. Kedua tema ini sukses memberikan pencerahan baru untuk peserta seminar tentang pajak dan regulasi terbaru yang berlaku di Indonesia.

Acara ini dilaksanakan oleh Visimedia Pustaka bekerja sama dengan Perpustakaan Universitas Indonesia. Hal ini karena Visimedia Pustaka melihat Perpustakaan Universitas Indonesia sebagai poros pengetahuan terdepan di Indonesia yang terbuka untuk bekerja sama dalam penyebaran informasi dan edukasi hukum, khususnya yang terkait dengan regulasi terbaru dari pemerintah. Seminar Pajak E-Commerce dan Bayar Pajak Lebih Murah ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menyebarkan regulasi hukum pajak terbaru.

Tangga Pustaka, Si Semut yang Ingin Menjadi Dinosaurus

Dalam ilmu pemasaran, re-positioning merupakan salah satu kegiatan internal sebuah perusahaan. Kegiatan ini biasanya melibatkan penggantian identitas produk, jaringan pasar, serta penggantian persepsi yang ada di benak konsumen.

Beberapa bulan lalu, tepatnya bulan Juni 2014, Tangga Pustaka mengganti branding dari penerbit buku-buku psikologi menjadi penerbit buku-buku penunjang pelajaran.

Menurut Andiek Kurniawan, redaktur pelaksana Tangga Pustaka, alasan re-positioning tersebut awalnya lebih kepada minat teman-teman di Tangga Pustaka sendiri. “Kebetulan yang megang adalah saya yang punya ketertarikan pada dunia pendidikan,” ujarnya. Sekitar tahun 2005/2006, Andiek pernah memegang buku-buku pelajaran saat masih di redaksi Kawan Pustaka.

Alasan kedua menurut Andiek adalah karena di kelompok Visimedia sendiri belum ada penerbit yang fokus ke buku-buku pelajaran. “Kita kalau ke buku psikologi bakal bentrok dengan Lintas Kata. Akhirnya kita bagi. Tangga ke buku penunjang pelajaran, Lintas ke buku-buku psikologi,” tambahnya.

Andiek mengaku ada beberapa kendala saat re-positioning ini berjalan. “Waktu switch itu enggak ada kendala karena di tim ada yang konsentrasi di naskah pelajaran. Kesulitan terbesarnya adalah kita harus berjejaring lagi. Nyari naskah dan penulis baru,” tuturnya saat ditemui saungagro di Montong.

Beberapa buku penunjang pelajaran sudah diterbitkan Tangga Pustaka. “Kurang lebih ada 9 judul buku yang sudah terbit.”

Momen semester baru pada bulan Juni nanti akan dijadikan Tangga Pustaka sebagai acuan untuk memperkenalkan diri ke publik sebagai penerbit buku penunjang pelajaran. “Sekarang selain menampung penulis dan naskah baru, kita juga sedang belajar tata kurikulum yang sedang diajarkan,” ucapnya.

Harapan Andiek, bulan Juni nanti menjadi tonggak dan langkah baru Tangga Pustaka untuk bisa bersaing dengan penerbit-penerbit lainnya yang lebih dulu bermain di buku penunjang pelajaran. Selain itu, Tangga Pustaka diharapkannya bisa menerbitkan buku-buku yang berkualitas demi pendidikan Indonesia yang lebih baik. “Kalau sekarang diibaratkan kita ini semut. Kecil. Mudah-mudahan ke depanya kita bisa menjadi dinosaurus,” tukasnya menutup obrolan di siang hari yang terik.