Juki Blusukan ke Jogja, Solo, & Semarang

Siapa yang tak kenal si Juki? Tokoh kartun yang mengaku berkarakter anti mainstream ini baru saja blusukan ke Joglo Semar (Jogjakarta, Solo, dan Semarang).

Si Juki sendiri sudah diterbitkan menjadi buku komik oleh penerbit Bukune sebanyak 5 seri. Menurut Syafial Rustama, Pemimpin Redaksi Bukune, blusukan tersebut memiliki tujuan untuk menerima feedback dari para pembaca setia Juki. “Kita menerima masukan-masukan, apa saja sih kekurangan dan apa saja yang harus ditambahkan di serial Juki berikutnya,” ujarnya.

Bersama penulis si Juki, Faza Meonk, Syafial berkeliling mulai dari Semarang, Solo, dan Jogjakarta pada tanggal 14 hingga 16 November 2014 lalu.  Di tiga kota tersebut, keduanya mewakili tokoh Juki dan langsung berinteraksi dengan para pembaca. “Judulnya sih ‘Tim Juki Blusukan’ karena kan ceritanya Juki ini tokoh nyata, jadi yang jalan penulis sama editornya,” kata pria yang disapa Fial ini.

Selain menerima masukan dan talkshow, “Tim Juki Blusukan” juga menjual buku-buku si Juki, “Lumayan responnya bagus, apalagi pas di acara Manga Festival yang di Jogja,” tambah Fial.

Menariknya, beberapa masukan langsung ditindaklanjuti Tim Juki. Menurut Fial, malam hari sebelum berangkat ke Jogja, ia langsung menggodok konsep komik yang ia dapatkan selama blusukan di Semarang dan Solo. Ceritanya, ada beberapa pembaca yang masih di bawah umur yang menggemari komik si Juki. “Si Juki sendiri kan sebagian isinya adalah untuk remaja dan dewasa, seperti bahasan politik misalnya. Nah, dari situ kita melihat, jangan-jangan segmen pembaca Juki ini diterima anak kecil, tapi kan kurang pantas juga,” tuturnya. Akhirnya, ia berdiskusi dengan penulis dan berencana membuat komik yang dapat diterima semua segmen, “Temanya kita angkat si Juki anak 90-an. Jadi yang dewasa dan remajanya dapat nostalgia, sementara bagi anak-anak bisa menambah wawasan tentang keseruan jaman 90-an itu kaya gimana,” terangnya.

Setelah blusukan di Joglo Semar, si Juki berencana mengunjungi kota Bandung pada tanggal 19 Desember 2014 nanti. Fial berharap pangsa pasar si Juki terus merambah dan diterima semua kalangan, setidaknya ini sesuai dengan cita-cita si Juki sendiri, membawa perubahan positif bagi anak-anak muda Indonesia.

Sukses selalu, Juki!

Workshop Horor di Sekolah Modern Hill

Usia sekolah memang identik dengan masa pertumbuhan. Masa dimana stimulus berfungsi layaknya compact disc yang dapat terekam baik di otak mereka. Dalam memberikan wawasan, pendidik atau pengajar biasanya tidak akan memberikan materi yang begitu berat. Misalnya sharing tentang bagaimana teknik menulis novel seperti yang dilakukan baru-baru ini oleh MediaKita di Sekolah Harapan Bangsa Modern Hill, Pondok Cabe, Tangerang, Banten.

Acara yang berlangsung tanggal 31 Oktober tersebut juga menghadirkan Ade Igama, penulis sekaligus admin Twitter @kisahhorror sebagai narasumber. Para siswa sendiri adalah usia SMP sampai SMA.  Mereka diajak berinteraksi langsung tentang bagaimana menggali ide cerita, menuangkannya ke dalam tulisan, hingga tata cara mengumpulkannya menjadi sebuah cerita yang layak dibukukan.

Menurut Irwan Rouf, tujuan utama acara tersebut adalah mengasah kemampuan bahasa Indonesia para siswa, “Karena sekolah ini kan trilingual: Mandarin, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia. Nah, mereka ini kebetulan lemah di bahasa Indonesia,” ujarnya.

Menariknya, acara tersebut mendapat sambutan hangat dari para siswa karena tema yang diangkat. “Seru juga, apalagi saat ngobrol film horor atau ketika para murid berbagi pengalaman tentang hantu di sekitar mereka,” kata Irwan.

Selain para murid, guru di sekolah tersebut juga ikut berbagi pengalaman tentang kisah horor. Ini tergolong unik, karena di sekolah yang notabene berskala internasional, hal-hal di luar nalar biasanya bukan jadi bahasan utama yang perlu diceritakan, “Harusnya kan sekolah internasional itu pola pikirnya, segalanya harus logis ya?” ungkap Irwan yang kami temui di meja kerjanya.

Irwan juga menambahkan, selain [I]sharing session[/I] tentang teknik menulis, acara berdurasi 1,5 jam tersebut juga menghadirkan bazaar buku-buku terbitan MediaKita.