Promosi di Toko Buku Gramedia Depok

Di era informasi seperti sekarang, promosi sebuah produk bisa dilakukan dengan mudah dan banyak cara. Lewat ranah online misalnya, hanya dengan modal situs dan akun media sosial, sebuah produk bisa begitu menyebar ke khalayak. Namun, jika konten yang ditawarkan kurang menarik, promo tersebut akan terlihat kurang efektif. Meski begitu, bukan berarti promosi di ranah offline pun menjadi surut. Justru sebaliknya, sebagian produk malah mengandalkan promosi model ini sebagai senjata utama menaikan omzet.

Baru-baru ini, Kawan Group dan Wahyu Group mendapatkan kesempatan promosi di Gramedia Depok mulai tanggal 3 sampai 30 November 2014. Kedua penerbit tersebut memamerkan buku-bukunya selama satu bulan penuh, “Kita kebetulan mendapatkan space bagus dan sangat strategis lah,” kata Tutuk Rukmono, Direktur Kawan Pustaka Group saat kami temui di ruang kerjanya di Montong 57, Ciganjur. Menurut Tutuk, promosi ini awalnya adalah ide dari tim pemasaran yang ditawari space kosong oleh pihak Gramedia Depok, “Lumayan (mahal) kalau bayar, tapi kita alhamdulillah gratis,” tambahnya.

Buku-buku yang dipamerkan meliputi semua kategori mulai dari buku anak, parenting, agama, bahasa, umum, hingga buku-buku pelajaran yang sebagian besar menjadi andalan kedua penerbit. Menariknya, ada hadiah-hadiah di setiap pembelian buku-buku tersebut, “Di sini yang belanja buku antara 50 hingga 200 ribu akan mendapatkan hadiah langsung seperti buku dan alat tulis, gantungan kunci, dan sebagainya. Sementara yang nominalnya di atas 200 ribu akan mendapatkan kupon undian untuk mendapatkan door prize sepeda sebagai hadiah utama,” ujar Tutuk.

Salah satu keuntungan lain yang didapatkan Kawan dan Wahyu Group adalah buku-buku yang dipamerkan akan tetap disimpan di gudang Gramedia meskipun masa promosi telah habis, “Jadi promosi ini betul-betul sebuah keuntungan buat kita karena buku-buku yang tadinya sudah di-return kembali bisa dipajang di display mereka,” beber Tutuk.

Jika promosi di Gramedia Depok sukses, tentu akan menjadi referensi bagi pihak Wahyu dan Kawan Group untuk mendapatkan kembali penawaran promo yang sama di lain tempat, “Biasanya kan pemasaran itu viralnya cepat dari mulut ke mulut. Kalau di sini sukses, siapa tahu akan dapat tawaran di Gramedia yang lainnya,” ucap Tutuk.

Juki Blusukan ke Jogja, Solo, & Semarang

Siapa yang tak kenal si Juki? Tokoh kartun yang mengaku berkarakter anti mainstream ini baru saja blusukan ke Joglo Semar (Jogjakarta, Solo, dan Semarang).

Si Juki sendiri sudah diterbitkan menjadi buku komik oleh penerbit Bukune sebanyak 5 seri. Menurut Syafial Rustama, Pemimpin Redaksi Bukune, blusukan tersebut memiliki tujuan untuk menerima feedback dari para pembaca setia Juki. “Kita menerima masukan-masukan, apa saja sih kekurangan dan apa saja yang harus ditambahkan di serial Juki berikutnya,” ujarnya.

Bersama penulis si Juki, Faza Meonk, Syafial berkeliling mulai dari Semarang, Solo, dan Jogjakarta pada tanggal 14 hingga 16 November 2014 lalu.  Di tiga kota tersebut, keduanya mewakili tokoh Juki dan langsung berinteraksi dengan para pembaca. “Judulnya sih ‘Tim Juki Blusukan’ karena kan ceritanya Juki ini tokoh nyata, jadi yang jalan penulis sama editornya,” kata pria yang disapa Fial ini.

Selain menerima masukan dan talkshow, “Tim Juki Blusukan” juga menjual buku-buku si Juki, “Lumayan responnya bagus, apalagi pas di acara Manga Festival yang di Jogja,” tambah Fial.

Menariknya, beberapa masukan langsung ditindaklanjuti Tim Juki. Menurut Fial, malam hari sebelum berangkat ke Jogja, ia langsung menggodok konsep komik yang ia dapatkan selama blusukan di Semarang dan Solo. Ceritanya, ada beberapa pembaca yang masih di bawah umur yang menggemari komik si Juki. “Si Juki sendiri kan sebagian isinya adalah untuk remaja dan dewasa, seperti bahasan politik misalnya. Nah, dari situ kita melihat, jangan-jangan segmen pembaca Juki ini diterima anak kecil, tapi kan kurang pantas juga,” tuturnya. Akhirnya, ia berdiskusi dengan penulis dan berencana membuat komik yang dapat diterima semua segmen, “Temanya kita angkat si Juki anak 90-an. Jadi yang dewasa dan remajanya dapat nostalgia, sementara bagi anak-anak bisa menambah wawasan tentang keseruan jaman 90-an itu kaya gimana,” terangnya.

Setelah blusukan di Joglo Semar, si Juki berencana mengunjungi kota Bandung pada tanggal 19 Desember 2014 nanti. Fial berharap pangsa pasar si Juki terus merambah dan diterima semua kalangan, setidaknya ini sesuai dengan cita-cita si Juki sendiri, membawa perubahan positif bagi anak-anak muda Indonesia.

Sukses selalu, Juki!