Menilik Tim Pemasaran di Tahun 2015

Memasuki tahun 2015, tim pemasaran mengadakan rapat koordinasi tahunan di kantor Kelapa Hijau, Jakarta. Acara yang berlangsung mulai tanggal 12 Januari hingga 15 Januari 2015 tersebut dihadiri semua cabang pemasaran Agromedia di seluruh Indonesia.

Dari sekian banyak peserta rapat, kami menyempatkan berbincang dengan Bayu, salah satu penanggung jawab Agromedia cabang kota Medan. Menurutnya, Agromedia Medan sendiri merupakan satu-satunya cabang Agromedia di daerah yang tumbuh selama tahun 2014. “Memang pertumbuhannya enggak terlalu besar, terlepas dari beberapa kontribusi seperti pameran, promosi-promosi in store maupun out store.”

Agenda rapat sendiri pada hari pertama dan kedua adalah presentasi dari masing-masing cabang Agromedia. Hari ketiga adalah presentasi masing-masing regional, “Hari ketiga ini presentasinya lebih spesifik lagi,” jelas Bayu. Sedangkan di hari terakhir agenda rapat adalah pertemuan tim pemasaran dengan beberapa penerbit.

Bayu, yang tahun sebelumnya juga hadir di rapat tahunan yang sama berharap untuk tahun 2015 ini berbagai informasi yang didapat dari berbagai jajaran dapat diaplikasikan ke semua cabang, khususnya Agromedia cabang Medan.  “Dan yang kedua, rapat ini bisa menjadi sarana aspirasi, sehingga teman-teman redaksi juga mengerti apa yang sebenarnya terjadi di lapangan,” tambahnya.

Sama halnya seperti Bayu, Anto, salah satu tim pemasaran cabang Samarinda juga berharap agar tahun 2015 ini pertumbuhan omzet Agromedia di semua daerah bisa lebih baik lagi. “Apalagi kita juga bertemu langsung dengan teman-teman redaksi, sehingga berbagai masukan dan saran-saran dari kita dapat ditindak lanjuti agar sesuai dengan selera pasar,” kata pria asal Jakarta ini. Anto juga menambahkan bahwa tahun 2015 ini pihaknya akan menambahkan jaringan pasar pemerintahan, sekolah, dan instansi-instansi lainnya. Selain itu, dengan adanya pemekaran wilayah Kalimantan Utara juga bisa menjadi lahan pemasaran yang menjanjikan bagi cabang Samarinda.

Sukses untuk tahun 2015, ya!

Book Launching Koala Kumal Raditya Dika

Peluncuran buku Koala Kumal di Gramedia Matraman mendapat sambutan luar biasa dari fans Raditya Dika. Setidaknya 600-an orang rela bersabar untuk book signing dan foto bareng. Mereka mengantre dengan sangat rapi dan tertib. Bahkan masih ada yang menyebar di sekitar lobi karena antrean yang terus mengular.

Beberapa fans mengaku tidak sabar membaca buku Koala Kumal. “Karena lumayan lama Radit enggak bikin buku lagi. Mungkin karena kesibukannya ngurusin film,” tutur Ratih yang datang bareng teman-temannya dari Slipi, Jakarta Barat.

Sejak pre-order buku tersebut sudah dipesan hampir 10.000 pembeli dan sekitar 90% melakukan transaksi melalui situs bukabuku.com. Itu baru pre-order, lho! “Pre-ordernya sebulan lalu, pas tanggal 15 sampai 25 Desember 2014 dengan gimmick ada kaos Koala Kumal dari bukabuku.com dan GagasMedia bagi 1000 pemesan pertama,” ujar pemimpin redaksi GagasMedia, Resita Febirati. Pihaknya bahkan sempat kewalahan karena animo masyarakat cukup tinggi. “Kita sampai menambahkan kaos menjadi 2000,” tambahnya.

Selain mendapatkan kaos dan tanda tangan ekslusif Raditya Dika, pembeli yang memesan selama pre-order juga berkesempatan mendapatkan hadiah piknik bareng Radit. “Ada tiga pemesan terpilih yang akan diundi untuk diajak piknik bareng Radit di Ragunan,” tutur Resita di sela-sela launching buku Koala Kumal di Gramedia Matraman, Sabtu (17/01/2015) lalu.

Koala Kumal adalah buku ketujuh Raditya Dika, yang seperti buku-buku sebelumnya menceritakan tentang berbagai hal dengan gaya komedi ala Radit. Menurut Windy Aristanty yang menyunting buku Koala Kumal, buku tersebut mengalami proses editing sekitar 1 tahun dan revisi sebanyak 5 kali. “Ketika proses editing, tidak banyak kendala karena dari awal kita sudah sepakat soal plot, premis, dan cerita yang ingin disampaikan. Sehingga saat editing, hanya tinggal merapikan saja dan memastikan tidak ada cerita yang bolong,” ucapnya di depan antrean pengunjung.

Ketika disinggung soal cerita, Windy menjelaskan bahwa Koala Kumal adalah metafora tentang sesuatu yang berubah. “Tentang perasaan yang berubah, waktu yang berubah, tempat yang berubah. Ketiganya harus ada benang merah dalam buku ini,” ujarnya. Windy juga menambahkan soal pengambilan judul, “Jadi saat Radit browsing, ia menemukan seekor Koala dan agak kumal. Akhirnya kita anggap itu judul yang pas karena mewakili metafora tadi.”