Islamic Book Fair 2015, Pameran Buku Islam Terbesar

“Siapa sih pengguna sosial media terbesar selain anak muda? Sejauh mana anak-anak muda mendalami ilmu agama lewat buku? Nah, kita pun membaca itu,” ujar Agung Firdaus, redaktur pelaksana Qultum Media ketika disinggung soal segmen pembaca penerbitnya. Hal ini terlihat dari judul-judul buku yang diambil seperti Islam Gak Pake Ribet, Tausiyah Cinta, Woles Aja, Ta’aruf is My Way, dan banyak lagi buku lain dengan desain sampul dan ilustrasi yang menarik. Bahkan beberapa komik juga hadir dengan nuansa anak muda.

Memasuki tahun 2015 ini, Qultum Media akan mengikuti pameran buku Islam terbesar di Indonesia, Islamic Book Fair. Sebagai ajang silaturahmi antar penerbit buku-buku keislaman, Islamic Book Fair akan digelar pada tanggal 27 Februari hingga 8 Maret 2015 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta. “Mungkin sejak Qultum lahir, kita sudah ikutan acara ini,” kata Agung. Selain berharap dengan tujuan-tujuan komersil, pameran Islamic Book Fair tahun ini ingin dimanfaatkan untuk mendekatkan diri antara pihak redaksi dengan pembaca. “Jadi yang selama ini ada pembaca hanya kontak kita di Twitter misalnya, mudah-mudahan di acara nanti bisa bertatap muka langsung dengan pembaca meskipun terbatas hanya pembaca di Jabodetabek saja,” tuturnya.

Menurut Agung, belajar dari tahun sebelumnya, acara Islamic Book Fair tahun ini pihaknya akan tetap mengusung konsep yang sama. “Kita akan buka stan sendiri, menggelar beberapa buku terbaru dan best seller, kemudian membuat aneka gimmick. Misalnya talkshow kartunis di stan kita dengan hadiah-hadiah menarik seperi mug, hijab, cokelat, atau doorprize seperti gadget.”

Untuk mengikuti pameran tersebut, Qultum Media sudah mempersiapkan diri mulai dari materi promosi, pengecekan stok buku, dan pembentukan panitia dari teman-teman redaksi. “Sebagai informasi, tahun ini juga kita kebagian jatah mengisi acara di dua lokasi. Pertama di panggung utama dan yang kedua di lantai dua ruang Anggrek. Ini adalah kali pertama Qultum mendapat kesempatan karena tahun-tahun sebelumnya selalu penuh,” terang Agung.

Ditanya soal berapa eksemplar buku yang akan dipamerkan, Agung menyebutkan bahwa buku-buku tersebut tergantung dari data penjualan. “Misalnya buku ‘A’ terjual di atas 1000 eksemplar, biasanya kita akan menyediakan stok lebih banyak dibanding buku-buku yang lain,” tegas Agung. Beberapa judul buku yang sudah siap dipajang antara lain Fashion Friendship, Tentang Rindu, dan Semestinya Cinta. Agung juga menambahkan akan ada buku baru yang nantinya akan diluncurkan bersamaan dengan pameran tersebut. “Judulnya Halaqah Cinta 2. Jadi selain launching, akan ada talkshow di panggung utama,” ujarnya.

Sukses untuk acaranya nanti, ya!

Membangun Gudang Produktif

Berapa lama biasanya Warga Agro menunggu kiriman barang orderan dari situs belanja online? Satu hari? Dua hari? Seminggu? Pernah mengeluhkan karena kiriman yang tidak tepat waktu dari layanan ekspedisi barang?

Salah satu kunci sukses sebuah usaha jasa adalah kecepatan layanan. Pengiriman barang yang tepat waktu akan membuat orang betah menjadi pelanggan. Di Agromedia, ada dua gudang distribusi untuk melayani pengiriman buku-buku ke distributor dan konsumen. Kedua gudang tersebut akhirnya dimerger menjadi satu. “Kita menyebutnya gudang fast moving, gudang produktif,” ujar Irsan, manager pembelian Agromedia. Gudang fast moving yang dimaksud adalah gudang yang ada di kantor Kelapa Hijau.

Irsan menambahkan, alasan penyatuan kedua gudang tersebut salah satunya adalah meningkatkan kecepatan layanan. “Jika fokus ke satu tempat, maka efisiensinya lebih jelas dan tepat, sehingga jika ada buku yang diretur itu tidak rancu lagi posisinya ada di mana,” terangnya.  

Ia juga menjelaskan gudang yang ada di perkantoran Kahfi 2 tetap berfungsi. “Hanya saja di sana fokus kepada buku-buku retur dari relasi dan juga sebagai stok bagi penerbit internal,” tukasnya. Selama proses perpindahan, Irsan mengungkapkan tidak ada hambatan berarti. “Paling sedikit terganggu adalah tim ekspedisi internal yang selama ini biasa mengirimkan paket ke relasi. Tapi kita sudah mengantisipasi semuanya dengan baik.”

Akibat proses penyatuan fungsi gudang tersebut, beberapa langkah diambil pihak manajemen seperti pengalihan beberapa space di gudang dan mutasi karyawan gudang. “Dan dari penggabungan fungsi gudang ini, kita juga ada rencana penambahan shift karyawan menjadi dua. Sehingga, mungkin bisa dikatakan Agromedia adalah satu-satunya distributor buku yang memberlakukan dua shift di gudang perbukuan,” tutur Irsan sembari senyum.

Irsan berharap dengan adanya gudang yang fokus kepada pelayanan satu pintu ini, kecepatan dan ketepatan dari dan untuk relasi bisa lebih optimal. “Sehingga ada kepuasan tersendiri dari relasi kita. Sebagai bagian dari marketing support, gudang ini juga bisa menjadi pusat monitoring. Dari yang tadinya pengiriman bisa memakan dua atau tiga hari misalnya, dengan adanya gudang ini mungkin kita bisa mendekati one day service,” ujarnya menutup obrolan.