GusMul: Yang Naksir Sih Banyak, Tapi...

Pertama kalinya, Yogyakarta menyelenggarakan sebuah acara kumpul komunitas dan netizen yaitu Community & Society Summit 2015 (CSS 2015). Acara yang berlangsung satu hari ini berlangsung pada tanggal 7 Maret 2015 di Grand Ballroom Eastparc Hotel Yogyakarta.

Beberapa speaker handal yang memeriahkan acara ini antara lain Christian Sugiono, Petra Jebraw, Babab Dito, Nawa Rie Eda, dan Agus Mulyadi.

“Acaranya lebih ke sharing antar pelaku online: blogger, komunitas, dan beberapa anak muda yang dipandang berpengaruh di Yogyakarta,” terang Irwan Rouf, editor MediaKita yang mengetahui perhelatan ini dari salah satu penulisnya, Agus Mulyadi.

Irwan mengaku sempat berbicara kepada Gus Mul-sapaan akrab Agus Mulyadi, sebelum acara berlangsung. “Waktu itu pihak kita sempat mendukung Gus Mul dengan sebuah kaos yang berisikan promosi bukunya. Tapi karena pihak CSS-nya memberi kaos lebih dulu, akhirnya enggak kepake,” katanya.

Irwan kemudian berpesan kepada Gus Mul bahwa dirinya sekarang penulis, “Dan sebisa mungkin ada pesan yang disampaikan ke audience agar mereka mengetahui buku terbarunya yang diterbitkan MediaKita,” tambahnya.

Gus Mul sendiri sangat senang bisa hadir di acara tersebut. “Perasaan saya jelas senang. Lha, kapan lagi saya bisa jadi speaker di sebuah forum bareng tokoh-tokoh yang punya karya sensasional seperti Cristian Sugiono, Babab Dito, Nawa Rie Eda, dan Petra Jebraw,” ujarnya melalui surat elektronik kepada saungagro.com.

Dalam acara tersebut, Gus Mul berbagi pengalamannya mulai dari jaga warnet, main otak-atik edit foto, ngeblog, trus buat buku. Juga pengalaman tentang berkomunitas. “Soalnya itu acara kontesknya acara komunitas, dan saya memang disuruh untuk berbicara soal komunitas juga,” kata penulis buku “Bergumul Dengan Gus Mul” ini.

Selain menjadi pembicara, Gus Mul juga sempat membagi-bagikan buku kepada audience yang bertanya saat sesinya berlangsung.

Ketika ditanya adakah audience yang naksir selama acara berlangsung, Gus Mul pun menjawab dengan kalem, “Kalau yang naksir kelihatannya sih banyak, cuma yang di-follow-up kan masih simpang siur.”