Book Launching Koala Kumal Raditya Dika

Peluncuran buku Koala Kumal di Gramedia Matraman mendapat sambutan luar biasa dari fans Raditya Dika. Setidaknya 600-an orang rela bersabar untuk book signing dan foto bareng. Mereka mengantre dengan sangat rapi dan tertib. Bahkan masih ada yang menyebar di sekitar lobi karena antrean yang terus mengular.

Beberapa fans mengaku tidak sabar membaca buku Koala Kumal. “Karena lumayan lama Radit enggak bikin buku lagi. Mungkin karena kesibukannya ngurusin film,” tutur Ratih yang datang bareng teman-temannya dari Slipi, Jakarta Barat.

Sejak pre-order buku tersebut sudah dipesan hampir 10.000 pembeli dan sekitar 90% melakukan transaksi melalui situs bukabuku.com. Itu baru pre-order, lho! “Pre-ordernya sebulan lalu, pas tanggal 15 sampai 25 Desember 2014 dengan gimmick ada kaos Koala Kumal dari bukabuku.com dan GagasMedia bagi 1000 pemesan pertama,” ujar pemimpin redaksi GagasMedia, Resita Febirati. Pihaknya bahkan sempat kewalahan karena animo masyarakat cukup tinggi. “Kita sampai menambahkan kaos menjadi 2000,” tambahnya.

Selain mendapatkan kaos dan tanda tangan ekslusif Raditya Dika, pembeli yang memesan selama pre-order juga berkesempatan mendapatkan hadiah piknik bareng Radit. “Ada tiga pemesan terpilih yang akan diundi untuk diajak piknik bareng Radit di Ragunan,” tutur Resita di sela-sela launching buku Koala Kumal di Gramedia Matraman, Sabtu (17/01/2015) lalu.

Koala Kumal adalah buku ketujuh Raditya Dika, yang seperti buku-buku sebelumnya menceritakan tentang berbagai hal dengan gaya komedi ala Radit. Menurut Windy Aristanty yang menyunting buku Koala Kumal, buku tersebut mengalami proses editing sekitar 1 tahun dan revisi sebanyak 5 kali. “Ketika proses editing, tidak banyak kendala karena dari awal kita sudah sepakat soal plot, premis, dan cerita yang ingin disampaikan. Sehingga saat editing, hanya tinggal merapikan saja dan memastikan tidak ada cerita yang bolong,” ucapnya di depan antrean pengunjung.

Ketika disinggung soal cerita, Windy menjelaskan bahwa Koala Kumal adalah metafora tentang sesuatu yang berubah. “Tentang perasaan yang berubah, waktu yang berubah, tempat yang berubah. Ketiganya harus ada benang merah dalam buku ini,” ujarnya. Windy juga menambahkan soal pengambilan judul, “Jadi saat Radit browsing, ia menemukan seekor Koala dan agak kumal. Akhirnya kita anggap itu judul yang pas karena mewakili metafora tadi.”